Pasca Demo 13 Oktober, Dua Aktivis Unipas Morotai Dinyatakan Reaktif Rapid Test

oleh -306 views

Morotai Maluku Utara, wartaterkini.news – Empat orang aktivis Mahasiswa Universitas Pasifik (Unipas) Morotai yang ditahan pihak Kepolisian Polres Morotai, Pasca Demo Tolak UU Omnibus Law (Cipta Kerja) yang digelar pada selasa (13/10/2020) kemarin, Dua orang diantara dinyatakan reaktif rapid test.

Empat orang aktivis yang ditahan polisi, bermula dari Demo Tolak UU Omnibus Law yang dilakukan ratusan Mahasiswa Unipas pada selasa-red, aksi tersebut mengalami kericuhan sehingga beberapa mahasiswa diamankan pihak keamanan (Polres Morotai).

Amatan wartaterkini.news, rabu (14/10/2020), tepatnya di Polres Morotai, ke empat mahasiswa yang ditahan tersebut dilakukan rapid test oleh Tim Medis Satgas Covid-19, hasilnya dua mahasiswa inisial AL (19) asal Daruba dan AZH (18) asal Daruba dinyatakan reaktif.

Baca Juga :  Gubernur Herman Deru Minta Subsidi Pelayanan Kesehatan Tepat Sasaran

Keterangan dari tim medis, ke dua mahasiswa tersebut belum dinyatakan positif, hanya reaktif rapid test maka sesuai dengan Protokol Kesehatan dua mahasiswa harus dilakukan karantina di Hotel Molokai.

Ketika dua mahasiswa itu di bawa ke tempat Karantina, ibu dari mahasiswa sempat melawan dan angkat bicara.

Katanya “saya tara mau mereka di bawa, saya pe anak sehat-sehat kong kenapa harus di bawa, saya tidak terima. Tembak saya dulu baru bawa saya pe anak”tuturnya

Baca Juga :  TNI AU Morotai Lakukan Pembinaan 3 Calon Pramugari Perwakilan Maluku Utara

Pihaknya tidak menerima anaknya dibawa ke tempat karantina, pasalnya bakal di gabungkan satu hotel dengan pasien yang sudah dinyatakan positif Covid-19.

“Saya tara mau bawa anak saya di tampa karantina karena di atas (tempat karantina) nanti baku campur dengan orang yang positif”ucapnya

Namun tak lama kemudian, Amarah Ibu dari mahasiswa tersebut berhasil diredam, ketika tim medis memberikan penjelasan terkait Protokol Kesehata, dan selanjutnya dua mahasiswa tersebut di bawa ke tempat karantina menggunakan Mobil Bus Protokoler.

Wakil Rektor (Warek) III Bagian Kemahasiswaan Unipas Morotai Amrin Sibua saat mendampingi mahasiswanya, dia mengatakan setelah di rapid tes oleh tim medis memang ada dua mahasiswa yang dinyatakan reaktif, jadi secara prinsip silahkan dikarantina sesuai dengan prosedur.

Baca Juga :  Jelang Hari Bhayangkara ke-74, Polres Morotai Salurkan 420 Paket Sembako

Namun apabila setelah di swab kemudian hasil mereka negatif, secara institusi kami meminta agar mereka secepatnya dipulangkan sehingga mereka kembali beraktifitas perkuliahan seperti biasa. Pungkas Warek III

Diketahui, dua mahasiswa yang non reaktif yang sempat ditahan pihak kepolisian, mereka sudah dibebaskan oleh Warek III didampingi Dekan Fisipol Indra Lesang serta sejumlah organisasi dari PMII, HMI dan GMNI.(endi/red)

Print Friendly, PDF & Email