Mewakili Aspirasi Nelayan Kualuh Leidong, Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi Demo Di Mapoldasu

oleh -873 views

Sumatera Utara, wartaterkini.news – Puluhan mahasiswa menggelar aksi demo di Ditpolair Polda Sumut, Jalan SM Raja Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kamis (13/2/2020).

Aksi demo puluhan mahasiswa ini bertujuan agar Izin usaha kapal milik Ayu yang beroperasi diperairan pantai Kualuh Leidong yang diduga tidak memiliki SIPI segera diperiksa.

Pasalnya kapal penangkapan ikan milik Ayu menggunakan pukat hela dasar dua kapal, atau pair trawl, yang bertentangan dengan PERMEN-KP NOMOR 2 TAHUN 2015 dan UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang perikanan.

“Jefri, kordinator aksi demo puluhan mahasiswa ini mengatakan pada awak media melalui telpon seluler, Sabtu (15/02/2020), mereka meminta agar DITPOLAIR POLDA SUMUT memanggil dan memeriksa KASATPOL AIR Labuhanbatu dan Komandan Polair Kualuh Leidong yang diduga melakukan pembiaran beroperasi nya pukat hela dasar dua kapal atau paur trawl, centrang, dan pukat dorong yang diduga tidak memiliki izin,” ucap Jefri.

Baca Juga :  Gubernur Sumsel Terima Penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2020

Menurut Jefri, tujuan dalam melakukan aksi ini hanya mewakili aspirasi masyarakat yang berada di Kualuh Leidong Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), terkhususnya nelayan tradisional.

“Dimana pendapatan nelayan disaat melaut menurun drastis, dan juga keresahan kami dikarenakan beroperasi pukat trawl, centrang dan yang lainnya sebagaimana larangan aturan hukum didalam PERMEN-KP Nomor 2 Tahun 2015. Kami menduga bahwa saat ini lemahnya peranan di tubuh Kepolisian Labuhanbatu yaitu Kasatpol Air Labuhanbatu dan Komandan Polair Kualuh Leidong dalam melakukan penanggulangan terhadap objek yang saat ini dibahas di tengah-tengah masyarakat. Hal ini bukan masalah baru, namun masalah ini sudah terjadi pada tahun 2016,” ungkap Jefri.

Baca Juga :  Kapolresta Banyuwangi Tinjau Langsung Permasalahan KUD Tri Jaya

“Kami juga berharap kepada DITPOLAIR POLDA SUMUT agar memanggil dan mengevaluasi KASATPOL AIR Labuhanbatu dan Komandan Polair Kualuh Leidong, serta kami juga berharap agar DITPOLAIR POLDA SUMUT segera memanggil dan memeriksa Ayu yang kami duga sebagai pengusaha kapal besar di Simandulang tidak memiliki Surat Izin Penangkapan Ikan (SIUP) dan menggunakan alat tangkap berat seperti Pukat Trawl dan Centrang dan aturan yang tertulis di dalam PERMEN-KP 2/2015 dan UU Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan,” tambahnya.

Baca Juga :  Polda SUMUT Berhasil Tangkap Lima Terduga Pembunuh Oknum Wartawan

Menurut Jefri, masyarakat hanya ingin julukan Ekonomi Maritim untuk Kualuh Leidong harus kembali lagi demi kemaslahatan bersama.” jelasnya.(Tim/Red)

Print Friendly, PDF & Email