Mahasiswa Unipas Morotai Ditahan Polisi Pasca Demo Omnibus Law Resmi Dibebaskan

oleh -577 views

Morotai Maluku Utara, wartaterkini.news – Mahasiswa Universitas Pasifik (Unipas) Morotai yang ditahan pihak Kepolisian Polres Morotai, Pasca Demo Tolak UU Omnibus Law (Cipta Kerja) yang digelar pada selasa (13/10/2020) kemarin, hari ini resmi dibebaskan.

Amatan wartaterkini.news, sekitar 4 Orang Mahasiswa Unipas ditahan polisi, pasalnya demo Tolak UU Omnibus Law yang dilakukan ratusan Mahasiswa Unipas pada selasa-red, mengalami kericuhan sehingga sejumlah mahasiswa ditahan oleh pihak keamanan (Polres Morotai).

Baca Juga :  Kongres Askab PSSI KBB Akan di Gelar Pada 29 Agustus 2020

Kemudian, hari ini rabu (14/10/2020) Wakil Rektor (Warek) III Unipas Morotai Amrin Sibua, Dekan Fisipol Unipas Morotai Indra Lesang dan beberapa Organisasi Pergerakan Unipas Morotai mendatangi Polres Morotai guna membebaskan terhadap mahasiswa yang telah ditahan tersebut.

Permintaan tersebut akhirnya resmi disetujui oleh Pihak Polres Morotai dengan mendatangani sebuah surat pernyataan oleh Mahasiswa dan Orang Tuanya.

Warek III Amrin Sibua yang juga membidangi Bagian Kemahasiswaan ketika disapa media ini tepatnya di Polres Morotai, dia mengatakan Demo Penolakan UU Omnibus Law ini sudah berlangsung 3 hari di Morotai, Mahasiswa dan beberapa BEM Fakultas sudah berkordinasi dengan kami Pihak Kampus terkait keterlibatan seluruh mahasiswa Unipas untuk ikut terlibat di beberapa aksi kemarin.

Baca Juga :  Polres Morotai Bantu Warga Terdampak Banjir

Prinsipnya secara institusi memang Unipas tidak ada izin secara resmi, tetapi jika mahasiswa ingin melaksanakan demo silahkan saja tidak menjadi masalah.

“Sejak awal sudah ada pernyataan dari Rektor bahwa kita tidak mengizinkan mahasiswa untuk demonstrasi jadi jika ada permasalahan dilapangan maka menjadi tanggung jawab penuh di Mahasiswa”ucap Warek III

Menurutnya, meskipun demikian, jika terjadi masalah seperti ini, ada yang sudah ditahan Polisi maka kami pasti turut berpartisipasi untuk membebaskan mahasiswa yang telah di tahan itu.pungkasnya (endi/red)

Print Friendly, PDF & Email