M Rusli Pimpin Diskusi Tematik Kota Lubuklinggau

oleh -81 views

Lubuklinggau Sumsel, wartaterkini.news– Asisten ll Sekretariat Daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau, M Rusli memimpin diskusi tematik Kota Lubuklinggau tentang penanganan wilayah kumuh skala kawasan tahun 2019 di OP Room Dayang Torek, Kamis (11-07-2019).

Diskusi tersebut melibatkan beberapa OPD, diantaranya Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim), Dinas Lingkingan Hidup, Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang), pihak Kecamatan Lubuklinggau Utara II serta penanggung jawab Program Kotaku.

Diskusi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan Wali Kota Lubuklinggau beberapa waktu lalu. Pihak Kotaku dan Dinas Perkim Kota Lubuklinggau menjelaskan beberapa poin yang akan dilaksanakan dalam rencana pembangunan bertajuk ‘Penataan Kawasan Kampung Ulung Wisata Tepian Sungai Kelingi di Kelurahan Lubuklinggau Ulu’.

Dalam program ini, akan dilakukan strategi diantaranya peremajaan lingkungan kumuh menjadi sehat, penataan kembali kawasan sesuai dengan peruntukannya, pengawasan, dan pengendalian terhadap pembangunan pemukiman, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Selain itu akan ada perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi rumah layak huni dan kerja sama lintas sektoral dan kemitraan.

Kepala Bappeda Litbang Kota Lubuklinggau, Hj Farida Aryani mengatakan, Kelurahan Lubuklinggau Ulu dan Kelurahan Ulak Surung menjadi kawasan yang akan dilakukan penataan. Kedua kawasan tersebut dipisahkan oleh Sungai Kelingi.

“Akan lebih baik kalau dibangun jembatan antara kedua wilayah ini, karena saat ini kawasan ini adalah lokasi wisata Kampung Warna-Warni dan jembatan tersebut nantinya diharapkan dijadikan spot wisata,” kata dia.

Sementara Asisten II, M Rusli mengatakan, kawasan kumuh erat kaitannya dengan kemiskinan, lingkungan yang kotor, kurangnya air bersih serta rendahnya kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Terlebih masalah air bersih, yang merupakan salah satu indikator kota layak huni yang harus menjadi perhatian,” katanya. (Marzulian/red)

Print Friendly, PDF & Email