Krompiyang, Baru Setahun, Plafon Pasar Desa Simpang Dolok Batu Bara Runtuh

oleh -343 views

Batu Bara Sumut, Wartaterkini.news – Konsep pembangunan di Kabupaten Batu Bara sepertinya layak dipertanyakan menyusul runtuhnya Plafon Pasar Desa Simpang Dolok Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara Sumut. Minggu (09/01/2021)

Padahal pasar kebanggaan warga Simpang Dolok tersebut baru direnovasi pada tahun 2019 lalu.

Anggaran revitalisasi (pembangunan) pasar desa Simpang Dolok diatas bangunan lama peninggalan Belanda ditampung pada APBD Batu Bara tahun 2019 melalui Satker Dinas Koperasi UKM Kabupaten Batu Bara sebesar Rp. 2.616.996.000, Sesuai kontrak 02 SPK PSR/ PPK DKUKM 2019 tanggal 11 September 2019 dengan judul proyek Revitalisasi Fisik Pasar Desa Simpang Dolok.

Pengerjaannya tersebut dimenangkan oleh CV. Rizky Anugrah Karya, yang mana dengan masa pengerjaan 100 hari kalender, Pada papan proyek waktu itu dicantumkan bahwa kegiatan tersebut didampingi Tim TP4D Kejaksaan Negeri Batu Bara.

Baca Juga :  Kapolda Sumut Berika Penghargaan Peringkat Kedua IKPA TA 2020 Kepada Polres Simalungun

Rubuhnya sebagian besar plafon pasar Desa yang juga difungsikan sebagai tempat kegiatan sanggar seni budaya dan olah raga, mendadak viral di jagat media sosial setelah diposting pemilik akun Afandi Siregar di facebook, Minggu (9/1/2021).

Sontak postingan tersebut mendapat tanggapan dari banyak nerizen. Bahkan akun facebook Ramadhan Batubara menanggapi postingan Afandi Suregar yang menulis uraian yang cukup menohok.

“Kebanggaan kami sebagai Putra Asli Simpang Dolok, ketika pasar Tradisional yg kami sebut sejak duhulu adalah Pajak Pokan, dibangun menjadi Pasar Tradisional”, tulisnya membuka tanggapan.

Disebutkan Ramadan Batubara, untuk pelaksanaan pengerjaan proyek ini diatur dan dikelola oleh Bupati saat ini yang berkebetulan putra Simpang Dolok pula.

“Ada ucapan yg kurang enak didengar, ketika pengelolaan pekerjaan ini menyimpan kejanggalan demi kejanggalan”, tudingnya.

Dikatakannya, juga Pro kontra ketika bangunan bersejarah ini diruntuhkan dengan kayu yang masih layak pakai merupakan tanda tanya, siapa yang mengambil…?.

Baca Juga :  Pemko Pematangsiantar Diminta Cepat Tentukan Mengenai Malam Takbiran Tahun Ini

“Tidak jelas ceritanya, kemudian anggaran yang digunakan, siapa pulak yang menilai layak tidaknya bangunan yang sekarang”, sergahnya.

Ternyata, menurut akun Ramadan Batubara setelah bangunan ini siap dikerjakan, impian Pasar Tradisional yang bakal menampilkan geliat ekonomi rakyat, kiranya sekedar Hikayat kisah menyayat.

Pada tulisan tersebut akun Ranadan Batubara, memberi alasan menguatkan argumennya adalah kondisi Pasar Tradisional jauh dari gambaran, malah digabung dengan kegiatan semacam sanggar seni budaya dan olah raga.

“Jika disebut Gelanggang Olahraga dan Seni pastilah tidak layak lagi, Perlahan dan pasti, bangunan ini bicara sendiri, lihatlah gambar-gambar yang memilukan itu, kiranya menyimpan Perbuatan Memalukan.!”, tulis pemilik akun Ramadan Batubara.

Argumen selanjutnya, yang di paparkan adalah jika bangunan zaman Belanda dengan bangga bertahan berabad-abad, tapi setelah diruntuhkan dan dikerjakan oleh anak negeri, belum lengkap hitungan Jari sebelah berubah wujud mengerikan.

Baca Juga :  Walaupun Nganggur, Seorang Pria Ini Masih Memiliki Shabu

“Kesing dan isinya pun menyampaikan pesan Perih, membuktikan, Ada Aib yang Terbuka…!”, tutupnya mengakhiri komentarnya.

Runtuhnya Plafon Pasar Desa Simpang Dolok yang baru setahun selesai dikerjakan, disikapi Ketua Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA-RI) Kabupaten Batu Bara Sultan Aminuddin.

Dikatakan pria yang akrab disapa Ucok Kodam itu, pihak berwajib harus mengadakan penyidikan seksama untuk mengetahui penyebab runtuhnya plafon pasar desa Simpang Dolok.

“Kalau ada unsur penyimpangan, pelaksana pengerjaan harus diminta pertanggungjawaban. PPK proyek tersebut juga patut dimintai keterangan”, tandas Ucok Kodam.

Sementara itu pihak Dinas Koperasi UKM Kabupaten Batu Bara belum dapat dimintai tanggapannya. (Albs70/Red).

Print Friendly, PDF & Email