KRAK Sulteng: Awasi Angaran KPU, Bawaslu Dalam Tahapan Pilkada 2020

oleh -198 views

Touna Sulawesi Tengah, wartaterkini.news–Lembaga Koalilisi Anti Korupsi (KRAK) Sulawesi Tengah meminta pihak penegak Hukum awasi dana Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) yang ada di delapan Kabupaten/Kota seperti Palu, Sigi, Tolitoli, Banggai, Banggai Laut, Poso, dan Tojo Una-Una

Melalui koordinator KRAK Abd.SALAM menyampaikan pada media ini Minggu (18-10-2020) Pilkada serentak 2020 Sulawesi Tengah menyerap anggaran sebesar Rp 642,6 miliar.

Anggaran tersebut bersumber dari dana hibah daerah pada APBD 2020 dan telah tertuang dalam Naskah Perjanjian Kepala Daerah (NPHD) bagi daerah yang menggelar pilkada 9 Desember 2020.

Baca Juga :  Turnamen Golf GAPENSI 2020 Diharap Lahirkan Atlet Golf Muda

“Itu belum termasuk alokasi dana APBN untuk menunjang pelaksanaan pilkada di masa pandemi COVID-19”,Ucap Salam

Abd. Salam berharap Aparat Penegak Hukum untuk mengawasi Angaran Tahapan Pilkada yang cukup Fantasitis yang ada di KPUD, Bawaslu jagan sampai ada pengalihan Angaran Pilkada pada kegiatan lain.

“Anggaran Tahapan Pilkada perlu di awasi oleh Pihak-Pihak Terkait,
jagan sampai ada Angaran yang dialihkan ke hal-hal lain yang tidak sesuai Aturan yang terkesan hanya untuk menghabiskan dana, ataupun ada kegiatan Fiktif jagan sampai seperti itu”, jelasnya

Baca Juga :  Jalani Artitistik Siap Sukseskan Tarian Kolosal Pada Festival Morotai 2019

Menurut Abd. Salam pengunaan Angaran dalam tahapan Pilkada KPU, Bawaslu harus Transparan pada pihak terkait karena Pemilu saat ini sangatlah berbeda dengan lima tahun silam, dikarenakan adanya Pandemi Covid -19 untuk itu kegiatan tahapan Pilkada di tahun ini mempunyai batasan.

Misalnya pertemuan 100 orang tentunya akan dibatasi menjadi 50 orang yang pastinya itu akan terskuensi pada pengunaan angarannya.

Baca Juga :  Bawaslu Perangi Hoaks Jelang Pemilu

“Olehnya Kami sebagai lembaga Koalisi Anti Korupsi akan terus Awasi Pengunaan Angaran dana Pilkada yang ada di KPUD,BAWASLU di delapan Kabupaten/Kota, Sulawesi Tengah”,pungkasnya (Djefri/Red)

Print Friendly, PDF & Email