KPK Gelar Koordinasi Pencegaahan Korupsi Bersama Pemkot Lubuk Linggau

Lubuk Linggau wartaterkini.news-Audiensi dan Koordinasi dilanjutkan hari kedua, Rabu(10/10/2018) KPK bersama Kepala Daerah beserta jajaran di lingkungan Pemerintah Kota Lubuklinggau.

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe menjelaskan secara rinci visi dan misi yang sudah dilaksanakan lima tahun masa kepemimpinan sebelumnya.
Disampaikannya, kehadiran KPK di Lubuklinggau merupakan tindak lanjut dari penandatanganan integritas dan Monev bagian barat dipusatkan di Lubuklinggau.

Di Lubuklinggau sendiri memiliki beberapa program seperti Marase (Makmur Masjid Rakyat Sejahtera), selain itu juga ada bidang jasa dan industri, pemberdayaan organisasi kemasyarakatan.

Baca Juga :  Kapolres Pematangsiantar Pimpin Conferensi Pers Ungkap Kasus Narkoba

“Harapan kami juga, di semua lapisan aparatur akan mengedepankan IT,” harap Wako.

Suami dari Hj Yetti Oktarina ini juga menyebutkan bakal konsen terhadap penerimaan daerah. Sesuai dengan janji kampanye yakni akan menaikkan pendapatan daerah sampai kurun waktu lima tahun kedepan.
Ia juga menyampaikan mengenai kendala Lubuklinggau yang memiliki anggaran minim, sehingga tanpa bantuan program multiyears tidak akan mampu membangun anggaran diatas 10 Milyar.

Baca Juga :  Gebyar Harmoni Kebangsaan 2019 di Kota Lubuklinggau

Dibidang Pendidikan juga diprogramkan pakaian gratis bagi siswa yang tidak mampu. “Jika progran jelas rencana jelas insya Allah akan disinergikan dengan e-planing. Ditambah isu strategis dan skala prioritas. Maka, harapan-harapan kita akan tercapai,” kata Wako.

Sementara itu, Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah), Koordinator Wilayah II Korsup Pencegahan KPK. Adlinsyah M Nasution menyampaikan kehadirannya ke Lubuklinggau yakni memberikan pendampingan program pencegahan korupsi kepada Lubuklinggau dan daerah sekitar.

Baca Juga :  Lima Belas Tersangka Kasus Dinas PUPR-APBD Muara Enim Segera Disidang

“Kemudian KPK juga mendorong optimalisasi pendapatan daerah yang bersumber dari hotel dan restoran menggunakan Tapping Box (Alat Perekam Transaksi) sehingga terhindar dari kebocoran dan kecurangan pelaku usaha,” paparnya.

Setelah audiensi dengan jajaran pemerintah, dilaksanakan juga jumpa pers dengan sejumlah awak media lokak dan regional yang bertugas diwilayah Lubuklinggau. (Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini