Komnas KIPI: Kekebalan Tubuh Tak Langsung Tercipta Usai Penyuntikan Pertama

oleh -119 views

Jakarta, wartaterkini.news–Terkait adanya pemberitaan meninggalnya dua tenaga kesehatan (nakes) pasca penyuntikan vaksin COVID-19, Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, Spa(K), MTropPaed selaku Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) mengatakan bahwa kekebalan tubuh tidak langsung tercipta pasca penyuntikan pertama, kalaupun ada sangatlah rendah.

Hindra mengatakan bahwa kekebalan baru akan tercipta sepenuhnya dalam kurun waktu 28 hari pasca penyuntikan kedua. Meskipun sudah divaksinasi, dalam dua minggu kedepan sangat amat rawan terpapar.

Baca Juga :  Presiden Joko Widodo Tinjau Pelaksanan Vaksin di Pasar Tanah Abang Jakarta

“Vaksin COVID-19 membutuhkan dua kali dosis penyuntikan. Suntikan pertama ditujukan memicu respons kekebalan awal. Sedangkan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang terbentuk,” kata Hindra melalui konferensi pers secara virtual Senin (22/2/2021).

Oleh karena itu lanjut Hindra, setelah diimunisasi tetap harus menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjauhi kerumunan. Vaksin COVID-19 yang digunakan untuk vaksinasi dipastikan aman dan berkhasiat.

Sebab, dalam proses pengujiannya telah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh WHO. Dengan hasil pengujiannya di fase 1, fase 2 dan fase 3, hasilnya ringan, hal ini merujuk pada uji klinis yang dilakukan oleh Tim Riset Uji Klinik Vaksin COVID-19 Universitas Padjajaran.

Yang melaporkan bahwa efek samping yang ditimbulkan dari vaksinasi COVID-19 bersifat ringan dan mudah diatasi seperti reaksi lokal berupa nyeri, kemerahan atau gatal-gatal. Untuk mengantisipasi timbulnya KIPI, pemerintah telah menyiapkan langkah penanganan termasuk menyediakan contact person di setiap pos pelayanan vaksinasi.

Hindra mengungkapkan bahwa di Indonesia sendiri, proporsi efek samping serius yakni 42 per 1.000.000 sedangkan non serius 5 per 10.000. Lebih lanjut, Hindra menjelaskan bahwa vaksinasi merupakan upaya tambahan untuk melindungi seseorang dari potensi penularan COVID-19.

“Sehingga terap membutuhkan protokol kesehatan untuk memberikan perlindungan yang optimal. Vaksinasi itu tidak menjamin 100 persen (tidak akan tertular), namun sebagai upaya tambahan untuk mengurangi risiko terpapar/terinfeksi,” kata Hindra. (Foto: Kemenkes/infobublik.co.id)

Print Friendly, PDF & Email