Kisah Susteran di Sikka yang Terperangkap Dalam Jeratan Rantai Covid 19

oleh -2.145 views

Maumere NTT, wartaterkini.news – Susteran Fransiskan Hati Kudus Yesus dan Maria (SFSC) yang berada di Dusun Tour Orin Bao, Rt/ Rw: 002/001, Desa Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat peristiwa yang cukup menyedihkan tepat pada hari Rabu (06/01/2021).

Kabar beredar terkait salah satu Suster di SFSC yang terpapar virus Corona hingga membuat aktifitas keagamaan serta pengajaran bagi anak Paud (TKK Pater Simplisiano) harus dihentikan.

Kejadian itu mengharuskan mereka untuk karantina mandiri. Namun apa yang terjadi? Disaat bersamaan persediaan makanan di tempatnya tidak mencukupi, lalu apa yang harus dilakukan untuk memenuhi ? Begini cerita Sr. Yosefina Maria Yanti Purnawati, SFSC pemberi pesan hingga terbagi viral ke berbagai aplikasi Media Sosial (Medsos).

Baca Juga :  Kaum Milenial Berperan Cegah Lansia Tertular Covid-19
Foto Sr. Yosefina Maria Yanti Purnawati, SFSC

“Sebenarnya itu terjadi karena tiba – tiba saja suster kami sakit HB rendah, pusing, panas tinggi serta demam dan kami larikan ke Rumah Sakit, Selasa (5/1) pukul 23.00 Wita. Disana diperiksa dan di rapid antigen dinyatakan positif pada rabu (6/1),” kata Sr. Yosefina Maria Yanti Purnawati, SFSC.

Sesudah diketahui bahwa terpapar Corona para Suster dengan kesadaran sendiri langsung isolasi mandiri dan diminta pihak Rumah Sakit untuk melapor Dinas Kesehatan dan gugus tugas Covid – 19 Kabupaten Sikka.

“Setelah saya menelpon kesana mungkin mereka masih mempersiapkan APD dan sebagainya. Pada hari yang sama (6/1) kembali salah satu Suster mendapat gejala yang sama dan dilarikan ke Rumah sakit. Hasilnya sama Positif,” tutur Suster.

Baca Juga :  Wakapolres SBB Cek Tahanan Polres

Baru pada tanggal Kamis (7/1) Gugus Tugas menuju tempat yang terindikasi Corona untuk melakukan Swab kepada 12 Suster serta para calon yang kontak erat dengan pasien positif Covid – 19 dan diminta untuk karantina selama 21 hari.

Dikatakannya selain yang kontak erat, petugas kesehatan meminta anggota komunitas yang belum di swab antigen untuk melakukan test ke labor Dinas Kesehatan.

“kami panik sih tidak, namun saya dalam situasi kalut karena saat itu kami belum sempat belanja kebutuhan,” ungkap Suster yang akrab disapa Sr. Yanti SFSC

Oleh karena itu pada hari Sabtu (9/1) ia memberi pesan WhatsApp sekedar syering kepada Biarawan/i Keuskupan Maumere.

Baca Juga :  Unik! Tingkatkan Minat Baca, Kapolres Alor Adakan Perpustakaan Keliling

Namun tak disangka pesan itu tersebar diberbagai Media Sosial. “Jujur saya tidak siap pada waktu itu, ada banjir telepon dan SMS dari seluruh pelosok Indonesia bahkan luar negeri.”

Ia mengatakan sorenya ada bantuan mengalir tanpa hentinya hingga hari ini dari Pemerintah dan seluruh umat penjuru Flores.

Atas bantuan yang telah diberikan, Sr. Yosefina Maria Yanti Purnawati, SFSC mewakili Kongregasi Susteran Fransiskan Hati Kudus Yesus dan Maria mengucap syukur serta berterima kasih kepada semua pihak namun ia juga meminta maaf sebagai pribadi karena sudah membuat heboh masyarakat. (Kevin Jorge/Red)

Print Friendly, PDF & Email