Kemhan RI Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Kota Ternate

oleh -103 views

Kota Ternate Maluku Utara
wartaterkini.news–Kementrian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia (RI) mengelar sosialisasi wawasan kebangsaan dengan bertajuk, Melalui Pemberdayaan SDM Komponen Pendukung Pertahanan Negara Bagi Satuan Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat, Kita Wujudkan Sistem Pertahanan Negara” Yang Tangguh yang bertempat di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) jln. Melati Kelurahan Bastiong, Kecamatan Ternate selatan, Kota Ternate, Maluku Utara. Rabu (09-10-2019).

Sosialisasi berlangsung selama dua hari di hadiri oleh Kasubdit Sumber Daya Manusia (SDM), Kemhan Malut, Sekda Kota Ternate, Kakesbangpol Kota Ternate, Danlanal Ternate, Danrem 152/Babullah, Dandim 1501/Ternate, Kasatpol PP Malut, Satpol PP Kota Ternate dan para peserta Satpol PP dan Linmas yang berjumlah 100 orng.

Baca Juga :  Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja HMI Komisyariat Syari'ah IAIN Ternate Berjalan Sukses

Dalam sambutan Direktorat Jendral (Ditjen) Potensi Pertahanan (Pothan) Kementriam Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia (RI) Brigjen TNI Priyanto, S.lP., M.Si mengatakan bahwa Di Ternate Provinsi Maluku Utara ini, merupakan wahana untuk saling bertukar informasi dan menyamakan persepsi dalam upaya meningkatkan pemahaman bahwa Satpol PP dan Linmas adalah merupakan bagian dari komponen pendukung pertahanan negara yang dipersiapkan untuk menghadapi ancaman militer ketika negara dalam keadaan darurat perang.

“Kegiatan ini sekaligus upaya peningkatan kesadaran bela negara, serta menyiapkan kader bela negara dalam rangka membangun sistem pertahanan yang tangguh. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagi satpol PP dan linmas agar dapat menyamakan satu persefsi dalam setiap laporan untuk menangkal ancaman yang ada di wilayahnya. Tantangan dan ancaman yang dihadapi bangsa ini sangat kompleks. di era globalisasi saat ini”.katanya

Baca Juga :  GOMO di Tetapkan Sebagai Icon Nasional Festival Morotai 2019

Lanjutnya, Banyak jenis ancaman yang dapat mengganggu pertahanan negara diantaranya ancaman berdimensi idiologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, teknologi dan pengetahuan ilmu termasuk keselamatan umum maupun ancaman berdimensi legislasi, Dalam konteks ini, perang bukan menjadi domain militer saja, akan tetapi diperlukan keterlibatan seluruh kekuatan potensi bangsa.

“Undang-undang nomor 3 tahun 2002 tentang mengatur dalam bahwa negara pertahanan militer, sistim pertahanan ancaman menghadapi semesta. Sistim semesta menempatkan TNI sebagai komponen utama dengan didukung komponen cadangan dan komponen pendukung”.ucapnya

Baca Juga :  Peduli Kemanusiaan, Harita Nickel Sumbang Ambulans Untuk Masyarakat

Tambahnya, Dalam UU No 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, Satpol PP dan Linmas merupakan bagian perangkat daerah di bidang penegakan perda, ketertiban umum, dan ketentraman masyarakat yang memiliki ketrampilan khusus, jiwa juang dan disiplin tinggi hirarki serta memiliki komando.

adapun beberapa Penekankan yang disampaikan. “Terbangun pemahaman yang sama bahwa pertahanan negara bukan merupakan tanggung jawab semata akan tetapi merupakan tanggung jawab TNI kita bersama sebagai bangsa. Terbangun pemahaman bahwa Satpol PP dan Linmas yang merupakan komponen pendukung mempunyai peran penting dalam pertahanan negara yang dapat meningkatkan kekuatan serta kemampuan TNI dan komponen cadangan dalam menghadapi ancaman militer”.tutupnya. (Alif/red)