Kemenko Maritim : Kerja Bersama Tanggulangi Dampak Bencana

oleh -454 views

Jakarta, wartaterkini.news– Bencana alam silih berganti menimpa berbagai wilayah di Indonesia. Setelah peristiwa banjir dan tanah longsor di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Konawe Utara dilanda banjir bandang. Pemulihan sosial ekonomi daerah terdampak bencana menjadi perhatian pemerintah.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa telah mendorong pemulihan kondisi sosial ekonomi Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur pasca bencana banjir dan longsor.

Hal ini ditegaskan kembali oleh Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Agung Kuswandono dalam wawancara pada Senin, (24-06-2019). Deputi Agung menekankan diperlukan kerja bersama dalam menanggulangi dampak bencana. “Diperlukan kerja bersama, kerja terintegrasi, dimana kami sebagai kementerian koordinator, berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan pemulihan kondisi sosial ekonomi daerah yang terdampak (bencana)”. Ujarnya

Deputi Agung menjelaskan bahwa baru-baru ini tim Kemenko Maritim melakukan kunjungan kerja ke Manggarai Barat. “Minggu lalu saya berkunjung ke Manggarai Barat bersama KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup), PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Kementerian ESDM (Energi Sumber Daya Mineral), Pertamina dan BAKTI, melakukan rapat koordinasi dan meninjau pemulihan daerah terdampak”. Jelasnya

Baca Juga :  Paud Santo Yoseph Peringati Hari Anak Sedunia di Meriahkan Dengan Lomba

Dalam rapat koordinasi yang berlangsung di aula kantor Bupati Manggarai Barat (18/6) Bupati Manggarai Barat diwakili Wakil Bupati Maria Geong menerima bibit tanaman dari KLHK dan paket Lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE). Dalam rapat ini juga dibahas komitmen Pertamina terkait ketersediaan BBM dan rencana pengembangan jaringan telekomunikasi oleh BAKTI Kemenkominfo.

Pemulihan Lingkungan

Deputi Agung menjelaskan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Benain Noelmina dalam rakor tersebut menyerahkan bibit tanaman sekaligus melakukan penanaman secara simbolis di halaman kantor Bupati Manggarai Barat. “KLHK menyiapkan 7000 bibit tanaman keras , ada mangga, sukun, rambutan, nangka dan jambu air. Bibit-bibit ini akan diserahkan melalui KPH Manggarai Barat ke desa-desa yang mengalami bencana longsor.” KPH Manggarai Barat akan melakukan penanaman pada musim hujan. KPH juga akan memastikan perawatan dan pemeliharaan bibit usai ditanam.

Baca Juga :  Indonesia Siap Gelar Asia Pacific Geoparks Network 2019

Infrastruktur

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam rakor ini memaparkan pembangunan jalan dan infrastruktur. Deputi Agung mengingatkan pembangunan jalan harus memperhatikan pembangunan system drainase yang baik agar jalan yang sudah dibangun tidak lekas rusak. Deputi Agung menyampaikan bahwa dalam kunjungan ke site calon lokasi terminal peti kemas di Bari, jalan masih terputus dan belum diaspal, ditambah lagi lokasi itu masih belum terjangkau listrik dan sinyal telekomunikasi. “Begitu jalan putus, hilang pula sinyal disana” tutur Deputi Agung. “Kita sudah berkoordinasi dengan BAKTI dan kita juga sudah bersurat kepada para Bupati di Provinsi NTT untuk melakukan identifikasi lokasi didaerahnya yang membutuhkan percepatan perbaikan jaringan TI”. Surat ini sudah mendapat respon positif dari Bupati Rote Ndao dan Bupati Nagekeo yang telah menyiapkan proposal perbaikan jaringan TI kepada BAKTI.

Baca Juga :  Wonderful Indonesia Warnai Piala Dunia Wanita FIFA 2019 Prancis

Deputi Agung menambahkan bahwa perbaikan jaringan telekomunikasi akan mendorong invesatasi khususnya sektor garam,energi hingga pariwisata. Tentunya perbaikan jaringan energi dan telekomunikasi akan mendorong perbaikan pelayanan publik. Dalam kunjungan ke lokasi akses internet di Puskesmas Labuan Bajo, dilaporkan bahwa masih ada Pustu (Puskesmas pembantu) di Manggarai Barat yang sama sekali belum berlistrik.

Banjir Bandang Konawe Utara

Selain Manggarai Barat, baru-baru ini Kabupaten Konawe Utara dilanda banjir bandang. Menyikapi bencana banjir yang menimpa Kabupaten Konawe Utara, Deputi Agung menegaskan pemerintah akan bekerja terintegrasi untuk memulihkan kondisi sosial-ekonomi Konawe Utara. Diketahui, Kementerian PUPR telah merencanakan pembangunan bendungan dan perbaikan drainase. Sementara, pemulihan pasca bencana tidak hanya pada infrastruktur, melainkan juga pada perbaikan lingkungan, energi, telekomunikasi, kesehatan, dan lain-lain.

“Kita harus bekerja bersama-sama, terintegrasi. Pemulihan bencana itu tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Harus bersama-sama dan sesuai tugas fungsinya.” Pungkas Deputi Agung. (mar/red)

Print Friendly, PDF & Email