Kasus Dugaan Perzinaan Dilimpahkan ke Kejari Morotai

oleh -480 views
Foto Kasi Pidum, Dasim Bilo, SH

Morotai Maluku Utara, wartaterkini.news – Kasus Dugaan Perzinaan warga Desa Gorua, Kecamatan Morotai Utara yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka Polres Pulau Morotai. Sejak Rabu (18/11/2020) kemarin resmi dilimpahkan (Tahap II) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Morotai.

Hal tersebut disampaikan Kasi Pidum Kejari Kepulauan Morotai, Dasim Bilo, SH saat ditemui wartaterkini.news pada ruang kerjanya. Kamis (19/11/2020)

Dasim mengatakan, pada hari rabu tanggal 18 November 2020, Polres Morotai menyerahkan berkas tahap II kasus dugaan perzinaan atas nama MW (43) dan RH (30) kepada Kejari Kepulauan Morotai.

Baca Juga :  Komisaris Utama Pelni: Adanya Tol Laut dan Sentra Rumah Kita, Petani Morotai Jangan Dirugikan

“Kemarin hari rabu, sudah dilakukan penyerahan berkas tahap II Kasus Perzinahan oleh Polres Morotai, atas nama MW (43) Laki-laki dan RH (30) Perempuan, keduanya Alamat Gorua, Kecamatan Morotai Utara dengan (JPU) Jefri Tolokende”beber Dasim

Menurutnya, setelah berkas dilimpahkan ke Kejari Morotai, Jaksa diberikan waktu selama 7 hari untuk melakukan pemeriksaan tambahan, kemudian dilimpahkan ke pengadilan.

“Setelah itu, kita sementara diberikan waktu oleh Undang-Undang untuk melakukan pemeriksaan tambahan selama 7 hari, kemudian kami limpahkan perkara ini ke pengadilan”terangnya

Baca Juga :  Pemprov Sumsel Pertegas Ketentuan Ketika ASN Melakukan Pelanggaran

Sementara kronologis dugaan perzinaan berawal dari perkenalan, kemudian sering chatingan, Video Call di Sosial Media (Sosmed) sempai kasus tersebut terungkap.

Lebih lanjut Dasim paparkan bahwa kejadian itu juga bermula pada bulan januari sampai dengan bulan april tahun 2020, perzinaan yang dilakukan oleh tersangka MW dan tersangka RH, perbuatan tersebut mereka lakukan di Morotai Utara dan juga di Morotai Selatan.

Baca Juga :  Gerakan Cipayung dan Sejumlah OKP Kepung Kantor DPRD Morotai Tolak UU Omnibus Law

Atas perbuatan tersebut, keduanya disangkakan sebagaimana diatur dalam Pasal 284 Ayat (1) ke 1 huruf A KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama sembilan bulan. (Endi/Red)

Print Friendly, PDF & Email