Kapolri: Situasi di Papua Barat Berangsur Kondusif

oleh -479 views

Foto: Wahyu Putro A, Antara

SURABAYA, wartaterkini.news–Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan bahwa situasi di Manokwari, Papua Barat, yang sebelumnya sempat terjadi kerusuhan, kini berangsur kondusif.

Kapolri di RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya, Jawa Timur, Senin (19-08-2019), mengatakan terkait kejadian itu dirinya sudah menginstruksikan Kapolda setempat untuk melakukan tindakan pengamanan dan menghindari terjadinya kekuatan berlebihan.

“Saya dapat laporan dari Kapolda Papua Barat, situasi sudah berangsur kondusif. Saya sudah sampaikan kepada Kapolda Papua maupun Papua Barat untuk melakukan langkah-langkah pengamanan dan hindarkan terjadinya kekuatan yang berlebihan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kapolda Maluku Utara Lepas 100 Personil BKO Ke Papua

Mengenai penambahan pasukan di Manokwari, Papua Barat, dan Jayapura, Papua, Kapolri menyatakan masih akan memantau situasi dan kondisi selanjutnya. Artinya, kata dia, jika nanti perlu dilakukan penambahan pasukan maka akan dilakukan dan dikirim dari daerah terdekat seperti Maluku atau Sulawesi.

Sebelumnya, di Manokwari terjadi kericuhan dan masyarakat di ibu kota Papua Barat tersebut turun ke jalan bersama mahasiswa membakar ban-ban di berbagai sudut kota maupun jalan-jalan protokol. Selain itu, mobilisasi massa juga terjadi di Jayapura, Papua.

Baca Juga :  JNI Asahan Silaturahmi Bersama Sekda Kab. Asahan

Kedua aksi tersebut sebagai bentuk protes tindakan yang diduga rasisme terhadap mahasiswa Papua di Kota Surabaya dan Malang.

Kepada masyarakat Papua, Kapolri yang pernah menjadi Kapolda Papua itu meminta untuk tidak mudah terpancing dengan berita yang tidak benar.

Sementara, lanjut dia, kepada masyarakat di luar Papua diminta tak membedakan cara memperlakukan anak Papua karena merupakan bagian dari bangsa Indonesia.

Baca Juga :  Kapolres Morotai Press Release Kasus Penggelapan Anggaran Desa Aru Irian

“Papua adalah saudara sendiri. Jadi, komunikasi perlu dijalin dan masyarakat jangan terpancing. Baik yang di Papua maupun di luar Papua, jangan mau menjadi korban adu domba atau terpancing dengan informasi yang tidak benar,” tegas Kapolri. (pol/ant)

Print Friendly, PDF & Email