Isu Kotak Kosong, Charles A. M Imbir: Proses Penetapan Bakal Calon Bupati Masih Terbuka

oleh -278 views

Raja Ampat Papua Barat, wartaterkini.news–Isu bakal calon incamben melawan kotak kosong dalam pesta demokrasi pemilukada Raja Ampat 2020 saat ini menjadi topik diskusi di berbagai kalangan. Salah satu bakal calon yang saat ini namanya sudah tercium dikalangan masyarakat akhirnya menangkapi isu lawan kotak kosong.

“Saya pikir secara demokrasi umum kurang bagus, namun berdasarkan hukum atau undang-undang di perbolehkan”, ucap Charles Andrian M. Imbir salah satu Bakal calon Bupati Raja Ampat 2020, Jum’at (21-02-2020).

Menurutnya, Jika pesta demokrasi kedepan di perhadapkan dengan kotak kosong tentu tidak akan muncul informasi baru dan tidak ada perdebatan pembangunnan (Visi-Misi red) kedepan.

“Jadi terkesannya kaku tersentral pada satu orang sehingga tidak ada muncul ide-ide baru untuk pembangunan Raja Ampat kedepan,” katanya.

Selain itu, isu semacam itu sebagai strategi agar masyarakat selalu terfokus terhadap satu bakal calon dan
biasanya sering dilakukan oleh petahana, karena tidak mau perdebatan banyak dan ingin melanjutkan kekuasaan dengan alasan untuk menuntaskan programnya.

Baca Juga :  Penangkapan di Gang Puri Oleh Sat Narkoba Pematangsiantar Jumlahnya Diduga Tidak Jelas dan Oknum Bandar Diduga Hanya di RehapĀ 

“Jika dengan alasan tugasnya belum selesai itu dalam RPJMD memberi ruang pada sisi positif kepala daerah. Misalnya, pelayanan pendidikan gratis atau pembangunan jalan yang belum memenuhi target itu yang harus dipresentasikan sehingga tidak ada alasan untuk melanjutkan tanggungjawabnya,” terang Charles.

Ia menerangkan, padahal dalam visi-misinya semua sudah tertuang dalam RPJMD. RPJMD itu rencana lima tahun jadi setiap tahun program apa yang sudah diselesaikan sehingga perencanaannya tuntas.

“Kotak kosong itu wajar, namun alasan yang biasa dipakai tidak wajar,” ucapnya.

Terkait kepastian sebagai bakal calon, Charles menjelaskan, sementara ini masih berupaya karena partai yang diusung masih belum mencapai 20%, namun saat ini sudah pendaftaran diri dari beberapa parpol tinggal saja menunggu keputusan untuk rekomendasinya kepada siapa.

Baca Juga :  Paparan Visi Misi, Ikbal Djabid Fokuskan Kebutuhan Mandasar Masyarakat Kota Ternate

“Proses ini masih panjang jadi semuanya akan dilihat pada saat pendaftaran di KPU, karena pendaftarannya tanggal 16-18 Juni jika sudah lewat tanggal itu maka dianggap gugur, jadi untuk sementara masih tetap berupaya,” ujarnya.

Meski begitu ia mengaku, tetap opitis untuk mencalonkan diri sebagai Bupati. Proses ini masih berjalan sebelum rekomendasi final ini ditunjukan tentunya masih ada kesempatan dan peluang masih terbuka.

“Jadi saya pikir proses ini masih banyak tahapan. Bulan april kita akan lihat,” ucapnya, seraya mengatakan pengalaman momentum lima tahun lalu sampai H-2 rekomendasi nasional baru keluar.

Ia pun mengaku, sudah memiliki surat resmi dari partai Hanura sebagai calon Bupati Raja Ampat dengan surat itu ia mendaftar di Golkar, PKS, PAN dan dengan surat itu juga mendaftar ke Gerindra.

“Bahkan dia menunggu kapan Demokrat buka penjaringan daftar bakal calon. Namun sayangnya internal partai tidak lagi membuka penjaringan,” katanya.

Baca Juga :  Ketua Bapilu Pulau Taliabu Serahkan Formulir Pendaftaran Balonbup dan Bacabup di DPD PDIP Malut

“Dalam undang-undang menjelaskan bakal calon minimal harus 20% dan saya sementara sudah 10% jadi masih menungkup apa PKS, PAN, Gerindra atau Golkar yang akanmemberikan rekomendasinya,” tutur Charles.

Selain itu, Charles mengungkapkan, informasi tentang pendaftaran bakal calon pertama di partai Golkar yang konon katanya gugur. Namun sekarang dirinya mendapatkan surat dari partai Golkar yang menerangkan bahwa dirinya masih sah mejadi peserta di partai Golkar ini terkesan sesuatu yang baik.

“Saya juga diminta untuk menjadi wakil dari kandidat Golkar, tapi semua itu harus butuh diskusi,” akunya.

Ia berharap, masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan isu kotak kosong karena saat ini proses belum berakhir masih ada tahapan-tahapan yang harus dilewati.

“Untuk itu saya berharap agar tetap menunggu akhirnya baik itu rekomendasi pusat maupun pendaftaran di KPU,” pintanya. (Ijal/red)

Print Friendly, PDF & Email