Herman Deru Ingatkan OPD, Jangan Sungkan Lakukan Inovasi

oleh -381 views

Palembang, Wartaterkini.News— Kalangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan diminta inovatif dalam memecahkan sejumlah persolan yang dihadapi. Seperti halnya kenaikan harga bawang yang terus menjadi persolan dari tahun ketahun.

“Dari waktu saya  kecil dulu hingga saat ini, urusan bawang putih ini dak selesai-selesai. Cobalah kita buat terobosanlah. Kalau bisa  tanam dalam pot”.

Dulu ada Menteri yang punya terobosan tanam cabe dalam pot. Seketika harga cabe stabil. Artinya kalau kita gertak takut juga para spekulan-spekulan itu. Tapi kita harus berani. Bikin gerakanlah, jangan orang sudah naik ke bulan. Kita masih cak inilah mengurusi harga bawang mahal, ” tegas Gubernur Sumsel H.Herman Deru saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Bazaar Pasar Ramadhan 1440 H Tahun 2019 diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Prov. Sumsel bekerjasama dengan TP PKK Prov. Sumsel dan Dinas Perdagangan  Prov. Sumsel, bertempat di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (16-05-2019).

Baca Juga :  Gubernur Sumsel Cek Harga Sembako di Pasar Cinde

Gubernur Sumsel H. Herman Deru dalam arahanya menambahkan untuk urusan harga,  mahal dan murah itu  sifatnya relatif. Karena jika harga mahal petani yang diuntungkan sementara konsumen diberatkan dengan naiknya harga.

“Nanti saya akan lihat kalau  harganya di bazar ini sama saja  dengan harga pasar. bubar  saja. Lemak beli dipasar, di mall dingin dak kepanasan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Herman Deru juga mengingatkan bertepatan  dengan momen peringatan hari jadi Provinsi Sumatera Selatan ke 73 tahun 2019. Jadikan momen bagi jajaran OPD untuk melakukan evaluasi.

“Ini koreksi,  ulang tahun provinsi kemarin. Kalah meriah  dengan waktu  aku menjabat bupati dulu. Untuk mendapatkan gembira dan kebahagian itu butuh biaya. Bila perlu tahun depan ulang tahun Sumsel dianggarkan biayanya. Katik APBD kita carikan CSR atau kita cari dukungan lain. Aku ini orangnya detail. Tahun ini kita jadikan  sebagai tahun inovasi. Jangan omdo (omong doang), aku paling dak galak omdo,” imbuhnya.

Baca Juga :  Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan Gubernur Sumsel Akan Gelar Pasar Ikan Murah

Terkait dengan kegiatan bazar, Gubernur memberikan apresiasi pada Dharma Wanita Persatuan dan TP PKK serta berharap kegiatan tersebut jangan hanya bersifat sementara namun dilakukan berkelanjutkan.

“Saya bangga pada Dharma Wanita dan PKK. Tapi ini jangan hannya jadi ajang tebar pesona, tapi jadikan ini sebagai pemantik agar kegiatan seperti   ini diikuti oleh OPD  lainnya,” tandasnya.

Sementara Ketua panitia pelaksana Kepala Dinas Perdagangan  Prov. Sumsel H. Yustianus dalam laporannya menyebutkan, kegiatan bazar ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok selama bulan suci ramdhan dan menjelang hari raya Idul Fitri  1440 Hijriah.

“Bazar kali ini digelar selama dua hari dari tanggal 16 hingga 17 Mei 2019 bertempat di halaman kantor Gubernur. Sedangkan untuk tingkat kelurahan sudah digelar dari jauh hari. Dan ditingkat kecamatan dilakukan 18 Mei 2019 mendatang,” tegasnya.

Baca Juga :  Pedagang Kain Belacu di Tanah Jambi Abad 17

Dia menyebutkan,  Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bekerja sama dengan  Bulog telah melakukan sejumlah upaya untuk menekan harga sembilan bahan pokok (Sembako) dilapangan.

Dia mencontohkan harga bawang putih yang sebelumnya Rp 100.000,- per kg bisa diturunkan menjadi Rp 35.000,- per kg. Demikian juga dengan harga sembako lainnya untuk harga dipasaran saat ini relatif stabil untuk minyak goreng di lokasi bazar dijual dangan harga Rp 8.500,-hingga Rp 9000,- per kg. Sedangkan dipasarkan ada pada kisaran Rp 11.000,- per kg. Sementara untuk harga beras premiun berada pada kisaran Rp 9000,- hingga Rp 11.000,- per kg.

“Untuk harga komuditi karet saat ini Rp 7.300,- per kg. Dengan kadar air  70  persen,” tandasnya.

Bazar kali ini dibuka secara resmi oleh Gubernur yang ditandai dengan peninjauan langsung sejumkah stand bazar. Setelah sebelumnya lakukan pengguntingan pita oleh Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia. (Cly/Red)