Hasan Ali Bassam Kasuba: Karekteristik Seorang Pahlawan harus Jujur Demi Kesejahteraan Masyarakat

oleh -145 views

Kota Ternate Maluku Utara
wartaterkini.news–Kader dan generasi penerus Dr. Muhammad Kasuba di kenal dengan Hasan Ali Bassam Kasuba menyampaikan hikmah pada momentum hari pahlawan, bertepatan pada tanggal 10 November 2019, para pahlawan yang sangat di cintai rakyatnya, karena menjadi pahlawan untuk rakya. Seorang pahlawan mencintai rakyatnya karena mereka berjuang demi rakyat. Dalam releasennya, pada Minggu (10-11-2019).

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya ( Pidato Bung Karno dalam Peringatan Hari Pahlawan 10 November 1961 ). Pepatah ini mempunyai makna bahwa sebagai bangsa yang besar tidak akan melupakan sejarah suatu bangsa tersebut. Para pahlawan rela mengobarkan hidupnya demi menjaga dan mempertahankan negara Indonesia. Perlu dipahami, pertempuran 10 November 1945 di Surabaya merupakan hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Baca Juga :  PTSL Desa Bumi Emas Untuk Kesejahteraan dan Ketentraman Masyarakat

Karena pada hari itu pasukan Indonesia melakukan perang pertama dengan pasukan asing setelah Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kejadian itu menjadi pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasionalis atas perlawanan Indonesia terhadap kolonalisme.

Karekteristik seorang pahlawan adalah jujur, pemberani, dan rela melakukan apapun demi kebaikan dan kesejahteraan masyarakat. Setiap orang harus berjuang untuk menjadi pahlawan. Karena itu, hari pahlawan tidak hanya pada 10 November, tetapi berlangsung setiap hari dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap hari kita berjuang paling tidak menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri dan keluarga. Artinya, kita menjadi warga yang baik dan meningkatkan prestasi dalam kehidupan masing-masing. Setidaknya kita harus mampu bertanya pada diri sendiri apakah rela mengorbankan diri untuk mengembangkan diri dalam bidang kita masing-masing dan mencetak prestasi dengan cara yang adil, pantas dan wajar.

Baca Juga :  Rakor PPID OKI Tahun 2018 di Hadiri PPID Sumsel

Maka dari itu Peringatan Hari Pahlawan sebaiknya dijadikan momentum sebagai hari besar yang dirayakan secara khidmat, dan dengan rasa kebanggaan yang besar, karena merupakan kesempatan bagi seluruh bangsa untuk mengenang jasa-jasa dan pengorbanan para pejuang yang tak terhitung jumlahnya dalam perjuangan bersama bagi tegaknya Republik Indonesia yang baru saja diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Untuk itu, sebagai generasi muda Maluku Utara, kita harus mampu memberi makna baru atas tonggak bersejarah kepahlawanan dengan mengisi kemerdekaan sesuai perkembangan zaman. Menghadapi situasi seperti sekarang kita berharap muncul banyak pahlawan dalam segala bidang kehidupan.

Setidaknya jasa-jasa para pahlawan seperti Sultan Nukuh, dan Sultan Babullah, yang telah berkorban demi sebuah kemerdekaan bagi rakyat Moloku Kie Rah untuk mengusir penjajah, ini tidak akan sia-sia. Yang terpenting selain itu, bagaimana generasi penerus saat ini memiliki visi ke depan. Sehingga tidak terjebak dengan arus globalisasi yang serba cepat dan terkadang menghilangkan norma-norma budaya Daerah dan bangsa ini.

Baca Juga :  Memperingati Hut Ke 8, Gudep Kapita Lao Ali Melaksanakan Lomba Tingkat SMP dan SMA Se Kota Ternate

“Nah, jika kita memiliki impian-impian yang baik ke depan, maka segala hal yang dapat merusak baik untuk diri, keluarga, masyarakat maupun secara khusus Maluku Utara dan secara luas bagi bangsa Indonesia tidak akan dilakukan. Dan satu yang terpenting yaitu bagaimana semangat juang para pahlawan yang telah gugur dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari”. Katanya

Sebab, perubahan menuju kesejahteraan tidak akan dapat diraih dengan hanya berdiam diri, tetapi bagaimana perubahan tersebut dapat diraih dengan semangat yang membaja dan pantang menyerah serta semangat kepahlawanan. (Alif/Red)

Print Friendly, PDF & Email