Gubernur Sumsel Perintahkan Tutup Tambang Ilegal Batu Bara Yang Memakan 11 Korban

oleh -757 views

Muara Enim Sumsel, Wartaterkini.news – Kejadian menggemparkan Tambang Batu Bara yang di kelola oleh masyarakat atau yang lebih di kenal dengan Tambang Rakyat (TR) di Kecamatan Tanjung Agung Desa Tanjung Lalang menewaskan 11 orang . Pada hari Rabu 21 Oktober 2020 kemarin. Sekitar pukul 14.00 Wib.

Lokasi Kejadian Tambang Rakyat berada di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim. Yang mana tambang ini di kelola oleh masyarakat.

Di perkirakan milik ibu Ita warga penyandingan. Saat penggalian terowongan sedalam 15 meter tanah dinding terowongan longsor sehingga menimbun para pekerja.

Pengambil korban oleh pihak Pemerintah Desa, Kepolisian dan masyarakat dengan di bantu alat berat berlangsung sekitar 3 Jam. Seluruh korban longsor terlebih dahulu dibawa ke Puskesmas Tanjung Agung sebelum di serahkan ke rumah duka masing masing.

Baca Juga :  Polda Malut Sita 1.091 Botol Miras Jenis Captikus di Kapal KM Permata Bunda

Adplapun nama-nama Korban yang di sampaikan Camat Tanjung Agung Sahlan SH M.Si.

“Saat ini korban sudah teridentifikasi semua. Jumlah 11 Orang, 4 orang Desa Tanjung Lalang, 2 warga Desa Penyandingan, 1 warga Desa Sukaraja dan 4 orang dari Lampung. Antara lain :
1. Darwis tj lalang Kec Tanjung Agung,
2. Hardiawan tj lalang Kec Tanjung Agung, 3. Rukasih tj Lalang Kec Tanjung Agung, 4. Zulpiawan tj lalang Kec Tanjung, 5. Joko Supriyanto penyandingan Kec Tanjung Agung, 6. Purwadi penyandingan Kec Tanjung Agung, 7.Umardani Suka Raja Kec Panang, 8. Sumarli muara kisam/Lampung, 9. Sukron lampung, 10. Sandra jawa tengah/Lampung dan 11. Labisum Lampung”jelas Camat

Dan kemudian hari ini Kamis (22/10/2020) sekitar pukul 13.40 Wib. Gubernur Sumsel Herman Deru mengunjungi tempat kejadian longsor Tambang Rakyat Desa Tanjung Lalang.

Baca Juga :  Gubernur H. Herman Deru Irup Upacara HUT ke- 74 Kemerdekaan RI di Griya Agung

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Kapolda Sumsel, BNPB Sumsel, Kasat Pol PP Sumsel, perwakilan Kodam 2 Sriwijayal dan Plt Bupati beserta Unsur Muspida Muara Enim, Kapolres dan Dandim Muara Enim. Staf PTBA, pt bsp .

Dalam kunjungan ini Gubernur Herman Deru meminta agar Tambang ilegal ini di tutup sampai ada kepastian hukum, dan para pemilik tambang dan pekerjaan nantinya akan di adakan pelatihan sesuai persedur sefty pertambangan.

“kedepannya hasil dari tambang batubara ini dapat di tampung atau di beli oleh perusahaan yang punya izin. Atau bagaimana baiknya ke depan” ujar Gubernur

Selesai dari TKP rombongan menuju rumah duka korban longsor Tambang Rakyat ini sekedar belasungkawa dan memberikan sedikit bantuan.

Baca Juga :  Kadis PUPR Pastikan Tuntutan Masyarakat Kelurahan Sangaji di Indahkan

Di tempat yang sama Kapolda Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S,  mengatakan, kita tetap laksanakan proses hukumnya dalam kasus ini dan telah melakukan pemeriksaan, Untuk dugaan terkait adanya pidana masih dalam pengkajian pihak kepolisan.

“apapun perintah dari Gubernur untuk pertambangan ini kita akan mendukung. Kita dari kepolisian akan memaksimalkan pengawasan Kalo memang perintah Gubernur tambang rakyat ini di tutup” Ucap Kapolda.

Kapolsek Tanjung Agung ketika dikonfirmasi melalui via Whatshap membenarkan bahwa semua korban telah teridentifikasi dan pihak Kapolsek Tanjung Agung yang lokasi tambang berada di dalam wilayah hukum Polsek Tanjung Agung akan siap mendukung kebijakan pimpinan, dalam hal permasalahan Tambang Rakyat ini. (Eri Gumay/red.)

Print Friendly, PDF & Email