Gubernur Ajak Bupati Walikota Komitmen Turunkan Kemiskinan di Sumsel

oleh -863 views

Palembang, Wartaterkini.News-– Pembangunan Sumsel harus direncanakan dan dilaksanakan secara utuh, terintegrasi, tepat sasaran dan tepat lokasi. Hal ini tentu harus didukung dengan kerjasama yang baik antara Pemprov, Pemkab/Pemkot, serta seluruh komponen masyarakat Sumsel.

Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Sumatera Selatan Heman Deru saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2018-2023 di Hotel Santika Premier, Rabu, 16/01/2019.

Dengan mengusung tema Bersatu Sumsel Maju Menuju Kemiskinan satu digit, kegiatan ini dilaksanakan untuk merumuskan tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan, kerangka pendanaan dan program pembangunan daerah, serta target kinerja Pemerintahan daerah untuk 5 (lima) tahun ke depan.

Baca Juga :  Provinsi Sumatera Selatan Raih Tiga Penghargaan dari KLHK RI

“Pembangunan di Provinsi Sumsel akan berjalan baik dan mencapai target bila mendapat dukungan dari 17 kabupaten/kota dengan semangat kebersamaan. Demikian juga pembangunan di 17 kabupaten/kota juga perlu mendapat dukungan dari provinsi,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa angka capaian kinerja provinsi merupakan akumulasi angka capaian kinerja kabupaten/kota.

“Visi Provinsi Sumsel 2018-2023 yaitu Sumsel maju untuk semua akan dapat kita capai melalui semangat Bersatu Sumsel Maju, hal ini dapat diwujudkan melalui program-program kesejahteraan masyarakat yang disusun menjadi program prioritas RPJMD,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa ada dua hal yang menjadi perhatian khusus dalam RPJMD Tahun 2018-2023 yaitu angka kemiskinan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Baca Juga :  HD Ikuti Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah tahun 2020

Berdasarkan data yang dihimpun dari BPS, angka kemiskinan Sumatera Selatan pada tahun 2018 sebesar 12,80 %. Angka tersebut masih lebih tinggi disbanding angka Nasional yang sebesar 9,82% dan terdapat 16 kabupaten/kota yang mempunyai angka kemiskinan masih di atas nasional.

Sedangkan, Indeks pembangunan manusia (IPM) Sumatera Selatan Tahun 2017 sebesar 68,86 masih di bawah angka Nasional yang sebesar 70,81.  Masih ada 14 Kabupaten/kota yang mempunyai angka IPM dibawah Nasional.

“Terhadap dua indikator makro tersebut, mari kita carikan strategi yang tepat, efektif, dan efisien untuk mengatasinya yaitu dengan melakukan perencanaan pembangunan yang sinkron dan bersinergi dengan seluruh kabupaten/kota, provinsi, dan pusat,” ajaknya.

Baca Juga :  Polisi Terus Kumpulkan Barang Bukti Dan Saksi, Pelaku Pencurian Jenazah Di Karang Bahagia Masih Abu-Abu

Sebagai informasi, bahwa Sumsel juga memiliki Indikator makro yang sudah bagus capaiannya dibanding nasional, yaitu pertumbuhan ekonomi, rasio Gini, Tingkat Pengangguran Terbuka, dan inflasi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Mawardi Yahya, Sekda Provinsi Sumsel, Nasrun Umar, Para Kepala Daerah di Sumsel, Para Staf Ahli, Para Asisten, Para Kepala Daerah di Lingkungan Pemprov Sumsel.

Turut juga dilaksanakan penandatanganan komitmen oleh seluruh Bupati dan Walikota se-Sumsel untuk dapat menurunkan angka kemiskinan menjadi satu digit. (Cly/Red)

Print Friendly, PDF & Email