Empat Pemain Inti PALI di Coret, Ada Apa Dengan Panitia?

oleh -11.571 views

Prabumulih, wartaterkini.news–Merasa dicurangi panitia cabor voli pada laga perdana bola voli putra Porprov XII, KONI Kabupaten PALI akan laporkan ke Dewan Hakim. Pasalnya, empat pemain tim Volly putra kabupaten PALI tidak boleh bertanding lantaran belum terdaftar di registrasi panitia.

Hal itu sontak membuat ketua harian KONI kabupaten PALI Hendrik A. Halim geram. Ia menilai, panitia cabor Volly tidak bekerja profesional dan seolah hendak menjegal tim Volly kabupaten PALI.

“Tentu kami sangat marah, karena sebelum pertandingan, baik saat technical meeting (TM) dan screening, tidak ada permasalahan registrasi pemain, namun saat hendak bertanding, empat pemain Volly putra dinyatakan tidak terdaftar. Kami akan laporkan masalah ini ke dewan hakim, dan meminta agar pertandingan antara tim voli putra PALI melawan tim voli putra Muba diulang,” tegas Hendrik, Minggu (17-11-2019) yang ditemui di venue cabor bola voli, di kawasan olahraga Prabujaya, kota Prabumulih.

Baca Juga :  Diduga Atlet Luar Daerah Ikut Bertanding Pada Porkab OKU Selatan 2019

Di tempat yang sama, Rusnah ketua PBVSI kabupaten PALI mengaku kecewa dan merasa dirugikan atas keputusan tidak terdaftarnya empat pemain PALI. Ia menduga, ada oknum yang hendak menjegal PALI pada cabor bola voli.

“Jauh sebelum pertandingan, kami sudah melakukan verifikasi para pemain dan mendaftarkannya ke PBVSI provinsi. Tidak ada permasalahan, semua lancar saja. Tapi, detik-detik menjelang pertandingan PALI melawan MUBA, tiba-tiba panitia pertandingan menyatakan empat pemain PALI tidak terdaftar. Kami sempat meminta untuk ditunda terlebih dahulu pertandingannya sembari kami menyelesaikan masalah registrasi pemain, tetapi panitia tetap melanjutkan. Kami tidak bisa bermain maksimal, karena empat pemain yang dilarang main, merupakan pemain inti,” terangnya.

Baca Juga :  Laga Porprov XII di Prabumulih, Bupati Himbau Atlet Musi Rawas Jaga Sportifitas

Sementara itu, dari data yang dihimpun empat pemain yang dilarang main oleh panitia yaitu M. Indra Lesmana, M. Rio, Agung Wijaya, dan Bram. Pada set ketiga pertandingan, tim Voli putra PALI terpaksa melakukan walk out dan tidak melanjutkan pertandingan.

Permasalahan registrasi pemain juga hampir terjadi untuk tim voli putri PALI. Lima pemain dinyatakan tidak terdaftar di regiter panitia. Namun, KONI PALI dan PBVSI PALI langsung turun tangan dan memberikan bukti bahwa kelima pemain putri yang dilarang main tersebut sudah teregister sebelum pertandingan.

Baca Juga :  Lepas Atlet Disabilitas Bupati IPA: Kembalilah Menjadi Juara

Pelatih tim voli putra, Bob Alpian menerangkan bahwa keempat pemain yang dilarang main merupakan pemain inti dan menjadi andalan tim voli PALI.

“Terpaksa kami walk out pada perjalanan pertandingan set ketiga. Dan masalah ini sudah kami laporkan ke kontingan PALI,” terangnya.

Sementara, salahsatu panitia yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bisa laporkan permasalahan tersebut ke dewan hakim jika memang hendak mengulang pertandingan antara PALI versus MUBA.

“Apapun keputusan Dewan Hakim, kami akan laksanakan. Minimal ada bukti tertulis dari Dewan Hakim. Sehingga kami juga bisa memanggil pihak lawan untuk mengulang pertandingan”. ucapnya saat melakukan mediasi. (Madon/red)

Print Friendly, PDF & Email