Diresmikan Wapres, RS Swasta di Jakarta Bertambah Lagi

oleh -158 views

Jakarta, wartaterkini.news–Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mendampingi Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meresmikan Rumah Sakit Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi), Jakarta, Rabu (10-07-2019). Peresmian dilakukan secara simbolis dengan penandatanganan prasasti.

Rumah sakit tersebut memiliki fasilitas 450 tempat tidur dan fasilitas lainnya. Ketua Pengurus Yayasan Yarsi Prof. Jurnalis Uddin, PAK, mengatakan Instalasi Gawat Darurat (IGD) memiliki triage warna untuk mengevakuasi pasien, memiliki dua kamar operasi (satu kamar operasi mayor dan satu kamar operasi minor), mobile x-ray, rawat observasi, dan rawat isolasi.

“Punya 15 poliklinik untuk pasien BPJS Kesehatan, cuma kita belum bisa bergabung dengan BPJS Kesehatan karena RS belum akreditasi. Insha Allah kalau tidak tahun ini awal tahun depan kita akan akreditasi,” katanya.

Baca Juga :  Diduga Oknum Lurah Timbangan 32 Lakukan Pungli, Begini Kronologinya

Selain itu, RS Yarsi juga memiliki pelayanan untuk Lansia. Ia mengatakan Lansia di Indonesia sudah 8% atau 8,5%, dan tahun 2030 diperkirakan penduduk Indonesia hampir 300 juta orang.

“Kalau sudah 10 persen berarti 30 juta, hanya Lansia dan ini kita siapkan RS untuk merespons perkembangan itu,” ucap Prof. Jurnalis Uddin.

Wapres Jusuf Kalla mengapresiasi atas diresmikannya RS Yarsi. Ia mengatakan Indonesia merupakan negara yang besar dengan penduduk yang sangat besar, tentu butuh layanan sosial yang begitu banyak termasuk layan kesehatan, penddikan, dan layanan lainnya yang membantu masyarakat.

“Karena itulah, maka layanan kesehatan yang dilaksanakan makin kompetitif satu sama lain,” katanya.

Menurutnya, rumah sakit adalah faktor keempat penentu kesehatan masyarakat. Ia menjelaskan pada dasarnya kesehatan itu ditentukan dari beberapa faktor. Pertama dari keturuanan (genetika), kedua kebiasaan hidup bersih dan sehat, ketiga lingkungan.

Baca Juga :  Kritik Rutinitas, Presiden Ingatkan Perlunya Kerja Terintegrasi dalam Masalah Investasi

“Keempat baru rumah sakit, ujungnya. Jadi RS adalah penampung 3 masalah (keturunan, kebiasaan hidup bersih dan sehat, lingkungan). Apabila tidak kita selesaikan, apsbila lingkungan tidak baik maka ujungnya ke RS,” katanya.

Wapres Jusuf Kalla menambahkan pelayanan di RS saat ini dibagi tiga, yakni pertama layanan medis, kedua pelayanan teknologi.

“Pelayanan teknologi makin tahun makin berkembang semuanya dengan segala macam peralatan. Karena itu RS tanpa teknologi tanpa peralatan alat kesehatan maka tidak akan bisa lagi memberikan layanan terbaik pada masyarakat,” ucapnya.

Ketiga adalah pelayanan nonmedis. Pelayanan ini terkait hospitality, mulai dari penerimaan pasien, tamu, tempat tidur, hingga makanan yang diberikan pada pasien.

Baca Juga :  Julfikar Tamrin: BPJS Harus di Kelolah Kemenkes Bukan Asuransi Mencari Keuntungan

“Bisa dokter dengan banyak ahli tanpa alat medis akan sulit, tapi walaupun dua-duanya (layanan medis dan pelayanan teknologi) ada tapi tanpa hospitality orang tidak akan melihatnya sebagai RS yang baik,” ucap Wapres Jusuf Kalla.

Sebagai RS yang baru dikembangkan dari Fakultas Kesehatan Universitas Yarsi, Menkes Nila Moeloek meminta kepada pengelola RS Yarsi agar menggunakan alat kesehatan produk dalam negeri. Menkes Nila mengatakan sudah banyak item alat kesehatan yang diproduksi di dalam negeri.

“Kualitas alat kesehatan dalam negeri sangat baik, itu bisa membantu untuk memenuhi alat kesehatan di RS ini,” katanya. (kes/red)