Dinilai Janggal, Warga Dusun Srono Soroti Biaya Pemilihan Kasublok

oleh -115 views

Banyuwangi Jawa Timur, wartaterkini.news – Kontestasi pemilihan Kepala Sub Blok (Kasublok) Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) Dusun Srono, Desa Kebaman, Kecamatan Srono mendapat perhatian serius dari warga. Sabtu (17-10-2020).

Besaran anggaran yang ditetapkan oleh panitia yang di ketuai oleh Abdul Malik tersebut di nilai memberatkan Calon Kasublok.

Untuk di ketahui, guna menyelenggarakan proses pemilihan Kasublok Dusun Srono, panitia penyelenggara menetapkan anggaran sebesar Rp.7,5 Juta Rupiah yang di bebankan ke masing-masing calon atau per calon Kasublok di kenakan biaya sebesar Rp.2,5 Juta Rupiah, mengingat peserta dalam pemilihan Kasublok Dusun Srono tersebut berjumlah tiga orang.

Baca Juga :  Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-74, HD Harapkan Kamtibmas Selalu Terjaga

Miris nya, agar tetap dapat mengikuti proses pemilihan, salah satu calon kontestan mengaku menggadaikan sepeda motornya untuk memenuhi tuntutan biaya dari panitia.

“Jujur, secara pribadi saya merasa keberatan dengan besaran biaya Rp.7,5 juta itu yang akhirnya di bebankan kepada kami masing-masing Rp.2,5 juta” Beber salah satu calon berinisial S tersebut.

Beberapa warga masyarakat yang menyaksikan berlangsungnya pemungutan suara tersebut mengaku geram dengan ulah panitia, bahkan salah satu warga mengungkapkan jika pemilihan Kasublok di Dusun lain yang di gelar beberapa waktu lalu, tak sampai menelan biaya sebesar sekarang.

“Di Dusun Sukomukti, pemilihan Kasublok yang di gelar beberapa waktu lalu, anggaran nya sebesar Rp. 3 juta saja, saat itu calon (Kasublok) nya ada 4 orang, jadi per orang di kenakan biaya Rp.750 ribu, tapi disini (Dusun Srono) kok sampai lebih dari 3 kali lipat nya” Cetus salah satu warga RW.013 penuh heran.

Baca Juga :  Tertinggi Kedua Se-Jawa Timur, TKI Dominasi Angka Perceraian di Banyuwangi

Meski diakuinya tidak semua calon kontestan merasa keberatan, namun hal tersebut di nilai sangat merugikan peserta, mengingat lesu nya perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

Sementara Abdul Malik selaku ketua panitia pemilihan kepada awak media secara singkat menyampaikan perbedaan besaran anggaran di sebabkan faktor geografis.

“Anggaranya ini Rp.7,5 juta mas dan di kalkulasi dana itu habis. kalau beda dengan tempat lain, ya lain tempat lain mas” Jelasnya.

Baca Juga :  Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu Amankan Seorang Lelaki Dari Halaman RSUD Aek Kanopan

Terpisah, Kepala Dusun Srono, Agus Sanusi ketika di konfirmasi melalui sambungan telepon menyatakan tidak tahu menahu tentang besaran anggaran yang telah di tetapkan oleh penitia pemilihan Kasublok di wilayahnya, pihaknya menyatakan setelah pembentukan panitia beberapa waktu lalu hingga saat ini masih dalam keadaan sakit.

“Terkait besaran biaya yang ditetapkan oleh panitia itu saya tidak tau, sebab setelah proses pembentukan panitia, saya izin tidak masuk kerja karena sakit hingga saat ini” Terangnya. (Zal/red)

Print Friendly, PDF & Email