Dinas Lingkungan Hidup Taput Susah Cari Lahan Pembuangan Sampah

oleh -582 views

Tapanuli Utara, wartaterkini.news–Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan telah melakukan perhatian khusus untuk melaksanakan Visi dan Misi. Anggaran yang telah disalurkan dalam hal pembangunan.

Salah satu program dari visi dan misi tersebut yakni,  meningkatkan kualitas infrastruktur dan terintegrasi dengan penataan ruang/ wilayah, perlindungan sumber daya alam dan pelestarian lingkungaan hidup. Dilihat dari penataan sudah dilaksanakan dengan baik. Namun, perlindungan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan hidup masih minim.

Baca Juga :  Polres Taput Tanam Sejuta Pohon di Kawasan Danau Toba

Hal ini diungkapkan R Hutabarat, Rabu (28-08-2019). Ia mengatakan sangat berterima kasih kepada pemerintah. Bahwa pemakaman umum ini ditata dengan bagus. Pembangunan pos, dipagar beton, semua direnovasi bagus. Namun masih ada kekurangan, Dimana jarak antara Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) berdekatan, Sehingga saat angin berhembus membawa aroma tidak sedap saat periarah melakukan ziarah.

Baca Juga :  Jokowi Apresiasi Pembangunan Puncak Waringin Labuan Bajo

Sangat disayangkan, pihak Dinas Lindup Taput diduga tidak begitu serius menangani ini, untuk pencarian lokasi tempat pembuangan sampah disana. Masyarakat yang datang berziarah mencium bau busuk. Masyarakat terkadang berpikiran bahwa aroma dari pemakaman itu, mungkin kurang dalam penguburan jenazah. Ternyata bau busuk berasal dari tempat pembuangan sampah tersebut.

Sementara itu, Kadis Lindup Taput melalui Kabag Persampahan, P Sitinjak mengatakan bahwa anggaran tidak ada untuk pengadaan lahan. Namun, imformasinya bahwa dulu lahan itu ada tetapi warga setempat tidak setuju.

Baca Juga :  Bupati Taput Sambut Tim Evaluasi TP-PKK Provinsi Sumut

“Sekarang lahan ada tetapi anggarannya tidak ada. Karena tempat pembuangan sampah pertama sudah penuh, sehingga lahan sekarang itu milik pribadi oleh Orion Aritonang. Mereka yang datang kekantor meminta ditimbun disana, karena kondisi lahan tidak ada”.  Jelasnya. (Friska.P)

Print Friendly, PDF & Email