Diminta Kejelasan Jumlah Besi, LHP Tim Audit Jembatan Tanah Kering Malah Bahas Volume

oleh -126 views

Banyuasin Sumsel, wartaterkini.news–Hasil Laporan Pemeriksaan (LHP) terhadap Jembatan Tanah Kering di Desa Mukut Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan Selasa (15-09-2020) telah keluar.

LHP yang dilakukan oleh Tim Audit Independent dari Kejaksaan Negeri Pangkalan Balai Banyuasin dan Dinas Pekerja Umum Tata Ruang (PUTR) pada Senin (31-08-2020) bulan lalu tersebut ternyata membahas tentang volume jembatan.

“Dapat disimpulkan tidak terdapat selisih volume kurang antara fisik terpasang dengan addendum, demikian laporan dibuat,”ujar Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pangkalan Balai Banyuasin Habibi.

Baca Juga :  Pemda OKU Selatan Rapat Entry Briefing Dengan BPK RI Melalui Video Conference

Hasil dari pemeriksaan ini tidak sesuai dengan permasalahan yang dipertanyakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tegar terkait mutu dan kualitas perbaikan jembatan yang di duga dikerjakan asal-asalan, dimana jumlah besi terindikasi tidak sesuai standar yang ada di RAB kontrak kerja.

“Kemarin rekan-rekan ikut, jadi saya juga menyampaikan ini berdasarkan kesimpulan para ahli,”ujar Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pangkalan Balai Banyuasin Habibi.

Ketika ditanya lebih lanjut, apakah sebelumnya memang ada pemeriksaan lain sehingga LPH yang keluar berbeda dengan jumlah besi yang menjadi permasalahan?, Habibi kembali menjawab sama.

Baca Juga :  Rekonstuksi Pelaku Penyiraman Air Keras di Jakarta Barat, Peragaan 52 Adegan

“Laporan ini sudah sampai kepada Kejaksaan Agung dan laporan LSM sama masalah jembatan itulah (Jumlah besi),”tandasnya.

Untuk diketahui, Jembatan Tanah Kering ini pernah di permasalahankan LSM Tegar terkait mutu dan kualitas perbaikannya yang di duga kerjakan asal-asalan, dimana jumlah besi terindikasi tidak sesuai standar yang ada di RAB kontrak kerja.

Anggaran dalam proyek tersebut berasal dari APBD Kabupaten Banyuasin tahun 2019, dibawah leding sektor Dinas PUTR Kabupaten Banyuasin. Dengan anggaran sebesar Rp 1.085.179.138.00,- Miliar.

Baca Juga :  Elvis dan Armando Resmi Pimpin Himaju Administrasi Fispol Unsrat

Diketahui, pelaksana dari proyek pemeliharaan jembatan tersebut adalah CV. Mikha Karya.

Menurut Ketua Investigasi LSM Tegar,  Lukman mengatakan, half itu dilakukan berdasarkan laporan warga. Dan juga dari hasil investigasi yang dilakukan. Dan diduga ada indikasi korupsi dalam realisasi kontruksi proyek jembatan tersebut. (**)

Print Friendly, PDF & Email