Dibawah Ancaman, Selama 6 Tahun Anak Bawah Umur Jadi Budak Nafsu Ayah Kandung

oleh -1.431 views

Bungo Jambi, wartaterkini.news–Kisah pilu harus dialami Melati (14) bukan nama sebenarnya, gadis belia yang lugu ini terpaksa harus menanggung penderitaan diluar akal sehat. Bahkan kondisi Melati saat ini masih trauma, Pasalnya  bertahun-tahun harus melayani nafsu bejat sang ayah.

Kasus ini terungkap pada 29 Agustus 2019 lalu. Saat itu, sang ibu melaporkan aksi bejat yang sudah dilakukan suaminya itu ke Mapolres Bungo. Mirisnya lagi, Pelaku Samsu (48) terakhir memperkosa Melati di depan sang ibu. Mereka adalah Warga Dusun Kaya Bakti, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

Rio (kades-red) Dusun Dwi Karya Bakti, Supriyanto, saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya sangat berterima kasih banyak kepada jajaran Polres Bungo, yang telah berhasil menangkap seorang pelaku pemerkosa anak kandung.

“Aksi bejat pelaku terhadap anak kandungnya tersebut sudah diluar akal sehat, karena tindakan tidak terpuji itu sudah membuat malu keluarga serta masyarakat di dusun kami ini. Selaku pemerintah dusun kita akan terus mensupport korban dan keluarganya agar tetap semangat menjalani hidup”. ungkap Supriyanto dilansir Sidakpost.id

Baca Juga :  Realisasi Penerimaan Pajak Daerah Touna Lampaui Target

Dikatakannya, pelaku sudah sering melakukan hubungan badan dengan korban. Aksi bejatnya itu, dilakukan saat malam hari, ketika istri pelaku terlelap tidur. Saat itu, korban sempat memberontak ajakan pelaku, karena diancam akan dibunuh jadi korban pasrah begitu saja.

“Saat kita tanyakan kepada korban dia mengakui bahwa ayahnya itu sudah mengancam akan membunuhnya, bila kejadian itu dikasih tahu ke ibunya. Tapi, entah kenapa pada malam itu ibu korban terbangun sekira pukul 12:00 WIB, dirinya melihat suaminya sedang menyetubuhi anaknya”. kata Supriyanto.

Baca Juga :  Digempur Isu Mantan Narapidana, Partai pengusung Paket Edi-Weng Angkat Bicara

Tak sampai disitu, ibu korban sempat menegur suaminya tersebut, akan tetapi Ia juga diancam oleh pelaku akan dibunuh. Takut kerena diancam ibu korban kembali tidur ke kamarnya. Setelah larut malam semuanya sudah tidur, pukul 02.00 WIB dini hari, ibu korban melakukan sholat tahajud.

“Dalam sholat tahajud, ibu korban berdoa, agar diberi petunjuk supaya masalah yang sedang dihadapinya itu bisa diberikan jalan keluar. Setelah pagi hari, entah kenapa ibu korban langsung memberanikan diri melaporkan kasus sumainya itu ke pihak berwajib”. ungkapnya.

Setelah dilaporkan barulah petugas dari Jantanras Polres Bungo bersama Jajaran Polsek turun ke TKP, untuk menangkap pelaku. Ketika pelaku hendak ditangkap Polisi, Tersangka malah mengancam dengan senjata api laras panjang rakitan jenis gobok.

Baca Juga :  Terbaru, 4 Warga Morotai Terkonfirmasi Positif Covid-19

“Pelaku saat hendak ditangkap kemarin melawan petugas dari Kepolisian dengan senjata api laras panjang rakitan. Namun, tak lama kemudian Ia berhasil dilumpuhkan oleh petugas akhirnya dia dibawa ke RSUD H Hanafie Muara Bungo, setiba di rumah sakit pelaku meninggal dunia,” ungkap Supriyanto.

Sementara itu, Wakapolres Bungo, Kompol Yudha Pranata dalam jumpa pers, Sabtu (08-09-2019) membenarkan bahwa petugas Jatanras Polres Bungo berhasil menangkap pelaku Samsu yang telah mecabuli anak kadung berkali-kali selama 6 tahun.

“Saat penangkapan pelaku mencungkan senjata api ke arah petugas Jatanras Polres Bungo. Tak lama kemudian petugas melakukan tindakan tegas terukur dengan melakukan tembakan ke arah pelaku. Pelaku sempat dibawa ke rumah sakit, namun setiba di rumah sakit dia meninggal dunia”. tegas Kompol Yudha Pranata. (*)

Print Friendly, PDF & Email