Bupati Padeglang Minta Warga Hindari Bibir Pantai

oleh -1.306 views

Pandeglang, Wartaterkini.News– Bupati Padeglang Irna Narulita menghimbau kepada seluruh warga yang tinggal berdekatan dengan pesisir pantai perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten untuk sementara waktu menghindari bibir pantai.

“Saya minta masyarakat menghindari pesisir atau bibir pantai,” ujar Irna Narulita dikutip dari cuitan akun resmi media sosial twitter Pemkab Pandeglang, Minggu (23/12).

Kemudian, lanjut Irna, masyarakat Pandeglang juga diminta tenang dalam menyikapi berbagai informasi terkait dengan fenomena alam ini. Sumber informasi dari instansi pemerintah pusat maupun daerah,  merupakan informasi terpercaya terkait dengan kejadian diatas.

Baca Juga :  Pokja Staf Khusus Bupati Pulau Morotai, Menilai Banyak Perubahan Yang Terjadi di Desa

“Waspada terhadap informasi yang bukan berasal dari pemerintah. Dapatkan informasi tentang peristiwa bencana dari sumber informasi resmi,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, menyatakan gelombang tinggi setinggi lebih dari dua meter yang terjadi diperairan selat sunda, pada Sabtu (22/12) sudah diberitahukan, agar masyarakat dapat bersiap-siap menghadapi dampak negatif yang bisa terjadi.

Baca Juga :  Air Laut Terjang Anyer dan Lampung Selatan, Berikut Penjelasan BMKG

“Kami sudah memberikan peringatan dini akan ada gelombang tinggi setinggi 2 hingga 3 meter selama kurun waktu tanggal 21 sampai 25 Desember,” ujar Dwikorita Karnawati ketika menggelar Konferensi Pers di BMKG, Jakarta.

Peringatan gelombang tinggi yang terjadi, katanya, bisa membuat air pasang sehingga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah wilayah.

Menurutnya, peringatan itu masih relevan dengan kejadian air pasang yang menggenangi diwilayah Pantai Anyer, Pandeglang, dan Lampung. Karena pihaknya, telah mengkaji secara memdalam fenomena alam tersebut dengan data pendukung yang valid.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Hari Ini, Wilayah DKI Jakarta Diguyur Hujan

“Kita prediksi gelombang tinggi sesuai dengan data yang kami peroleh,” imbuhnya. (Tri Antoro/Info Publik)

Print Friendly, PDF & Email