Bupati OKU Selatan Tanggapi Keluahan Masyarakat Desa Bayur Sugihan

oleh -1.193 views

OKU Selatan Sumsel, wartaterkini.news–Sebanyak 60 orang yang mengatasnamakan diri mereka sebagai perwakilan masyarakat Desa Bayur Sugihan, kecamatan Muaradua Kisam, mendatangi rumah dinas bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan Popo Ali pada Jum’at (15-05-2020) malam.

Kedatangan masa dari desa Bayur Sugihan kecamatan Muaradua Kisam ini bertujuan untuk menyampaikan keluh kesah mereka terkait kinerja Zulkifli, Kepala Desa Bayur Sugihan, yang dinilai kurang transparan. Terkhusus dalam penyaluran dana bantuan langsung tunai (BLT).

Elvi salah satu masyarakat desa Bayur Sugihan saat disambangi awak media mengatakan tujuan datang ke rumah dinas bupati untuk menyampaiakan keluhan masyarakat terkait kinerja kepala desa yang diduga tidak transparan.

Elvi juga mengatakan permasalahan yang disampaikan ke Bupati OKU Selatan yakni tentang penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) yang menggunakan dana desa diduga tidak tepat sasaran. Juga angaran dana desa untuk karang karang taruna diduga tidak pernah direalisasikan. Ia juga mengatakan pemerintah desa tidak pernah mengadakan musyawarah desa, sehingga segala keputusan di ambil sendiri.

Baca Juga :  Kapolres Pulau Morotai: Kasus Narkoba Tahun 2019 Meningkat di Bandingkan Tahun 2018

“Dari 500 KK di desa Bayur Sugihan terdapat 67 orang penerima BLT. Penerima BLT ini juga tidak tepat sasaran karena dinominasi perangkat desa, keluarga kepala desa, intinya kepala desa kami pilih kasih dan tebang pilih”.Jelas Elvi. Jum’at (15-05-2020) malam.

Senada dengan Elvi, Samsul warga desa yang sama mengatkan kekesalan masyarakat bermula pada Kamis (14-05-2020) sore.

“Saat itu ada beberapa kepala dusun membawa kopelan menuju rumah warga yang mendapatkan dana BLT dan menghimbau warga tersebut agar kerumah kepala desa dan mengambil dana BLT,” Ujar Samsul.

Namun hal ini malah membuat keresahan masyarakat karena dinilai tidak transpara. Puncaknya hari ini, Jum’at (15-05-2020) pagi, masyarakat desa berkumpul di kediaman Samsul untuk mempertanyakan kriteria penerima bantuan dan cara kepala desa untuk memilih masyarakat yang menerima.

Hingga akhirnya masyarakat memutuskan untuk melakukan unjuk rasa di balai desa Bayur Sugihan, namun tidak membuahkan hasil atau tindak menghasilkan tindak lanjut yang membuat masyarakat lega.

Baca Juga :  Wagub Sumsel H. Mawardi Yahya Hadiri Harganas 2019 Di Kalimantan Selatan

Tak hanya sampai di situ, masyarakat yang merasa belum puas dengan penjelasan kepala desa dan pendamping desa yang mengatakan dari anggaran dana desa sebesar lebih kurang Rp 800 juta tersebut direalisasikan 30% untuk BLT. Sehinga timbul 260 juta rupiah untuk BLT dan 143 penerima.

“Dari 30% dana yang berjumlah lebih kurang Rp 800 juta tersebut, maka yang berhak menerima BLT sebanyak 143 KK dari 500 KK. Sedangkan untuk penyaluran termin pertama disalurkan kepada 67 KK, sedangkan 76 KK lagi akan di salurkan pada tahap kedua dengan dua kali penerimaan”. jelas Samsul.

Ke 76 KK yang akan masuk pada termin kedua nanti, hingga hari ini belum ada data dan KK calon penerima karena perangkat desa dan kepala desa menyerahkan ke masyarakat untuk mencari penerima namun masyarakat menolak.

Sementara itu Bupati OKU Selatan, Popo Ali saat di sambangi usai menanggapi keluhan masyarakat mengatakan, jika saat ini 30% dari anggaran dana desa dialihkan untuk penanganan covid-19 dengan cara menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT). Dengan 3 kali penyaluran secara rincian pada tahap pertama 15% dan tahap kedua dan ke tiga masing-masing 10%.

Baca Juga :  Jos Akherman, Sosok Komandan Upacara HUT OKU Selatan ke-16 Tahun 2020

Popo juga mengintruksikan kepada masyarakat untuk melakukan musyawarah guna mencari 76 orang yang akan menerima bantuan tersebut.

“Penentuan siapa yang berhak menerima BLT harus dilakukan dengan bijaksana, libatkan perangkat desa dan kepala desa. Terkait realisasi BLT dana desa memang banyak yang ke salah pahaman”.ungkap Popo.

Selain itu bupati juga mengatakan jika nanti pihaknya akan menelusuri dan meneliti pihak-pihak yang saat ini telah menerima BLT dan akan menindaklanjuti hingga permasalahan ini selesai.

Popo juga menghimbau kepada masyarakat dan kepala desa serta perangkatnya agar melakukan komunikasi yang baik agar tidak terjadi kesalahpahaman sehingga dapat memicu kericuhan. (Red)

Print Friendly, PDF & Email