Bupati Gowa Minta Disdik Salurkan Dana DAK Tepat Sasaran

oleh -211 views

Gowa Sulawesi Selatan, wartaterkini.news–Setiap tahun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan kisaran puluhan Milyar kucuran Dana alokasi khusus (Dak) di lingkup Dinas Pendidikan (Diknas) kabupaten Gowa, dana alokasi khusus (DAK) tersebut, pasalnya akan disalurkan dan di perioritaskan khusus sarana pendidikan yang sekolahnya mengalami kerusakan parah.

Namun sayangnya penggunaan Dana alokasi khusus (Dak) tahun 2019 yang di gelindingkan oleh Dinas Pendidikan, dinilai belum tepat sasaran. Bagimana tidak, hal ini lantaran  masih  ada sejumlah sekolah yang masih bagus kondisi bangunannya namun tetap jadi prioritas utama dalam  mendapatkan Dana alokasi khusus (Dak).

Sementara, sarana dan prasaran infrastruktur pembangunan sekolah kondisinya sudah rusak total tapi sebaliknya  tidak di perioritaskan  mendapartkan anggaran dana (Dak) dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

“SDI Bontocinde Tacciri lokasi Kelurahan Lembang Parang Kecamatan Barombong kabupaten Gowa, misalnya. Tahun 2018 lalu, Sdi Bontocinde Tacciri “hancur babak belur melalui guncangan angin kencang. Akibatnya, Sdi ini mengalami kerusakan berat,  85 % bangunannya beserta  isinya di dalam ruangan juga  rusak.

Baca Juga :  Diduga Coba Perkosa Anak, Bapak Habisi Nyawa Pelaku

Selanjutnya Kepala SDI Bontocinde Tacciri, sudah melaporkannya  melalui Dinas Pendidikan (Diknas) lingkup pemda Gowa, tahun, 2018. Namun apa lacur, setelah Dana (Dak) tahun 2019 di luncurkan dari pusat, ternyata SDI Bontocinde Tacciri tidak masuk skala perioritas untuk mendapatkan anggaran Dana Dak dari Dinas Pendidikan (Diknas) Dr. Salam.

Sementara, Kepala SDI Kampong Parang Kelurahan Lembang, dg Maro, yang nampak bagunannya masih bagus  kisaran 95 % masih bagus  tapi tetap jadi skala perioritas dari Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Dr. Salam,  untuk mendapatkan, dana alokas khusus (Dak) senilai Rp, 280 juta.

Akibatnya, sejumlah guru dan orang tua murid SDI Bontocinde Tacciri, kesal, dengan alasan masa SDI Kampong Parang kondisi bangunannya masih sangat bagus bisa dapat kucuran Dana Dak Rp, 280 juta. Dan  SDI Bontocinde Tacciri, hancur bangunannya lalu  tidak mendapatkan biaya anggaran  dari dana (Dak) tanya guru dan orang tua murid kepada, Wartaterkini.news

Baca Juga :  Larang Minta di Jalanan, Gubernur Ajak Makmurkan Masjid

Olehnya itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan di minta turun tangan untuk kalrifikasi ulang kembali. Artinya Sekolah masih bagus di minta untuk batalkan kucuran anggaran dana (Dak) karena hal itu, kata dia, dinilai ada indikasi pelanggaran, harapnya dia ditemui Wartaterkini.news.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan langsung tanggap atas laporan masyarakat dan langsung berkoordinasi dengan Wakil Bupati Gowa, H. Abd Rauf Kr Kiyo Malaganni untuk turun secara langsung di Sdi Bontocinde Tacciri yang rusak berat  dan Sdi  Kampong Parang yang bagus sekolahnya namun mendapatkan anggaran dana Dak Rp, 280 juta.

Abd Rauf Kr. Kiyo, mengatakan,  keruskan parah di gedung pustaka Sdi Bontocinde Tacciri yang kenah peristiwa angin kencan tahun 2018 lalu cukup memprihatinkan memang. Dan mereka berharap Kabid Sekolah dasar Inpres (SDI) lingkup Dinas Pendidikan (Diknas) Andi Ulfa, segerah menindak lanjutinya agar bangunan ini bisa kembali di bangun tahun 2019.

Selanjutnya Wakil Bupati Gowa, kembali melanjutkan kunjungannya kepada Sdi Kampong Parang yang dilaporkan sekolahnya 95 % bagus tapi sekolah itu,  mendapatkan anggaran Dana Dak Rp, 280 juta.

Baca Juga :  Unit PPA Polres Gowa Gelar Rekonsiliasi dan Diversi Kasus Penganiayaan Terhadap Guru dan Anak

Selah-selah kunjangan Wabup, di Sdi Kampong Parang membenarkan jika sekolah ini di ankhodai dg Maro, tidak terlalu parah kerusakannya. Memang yang nampak rusak sedikit adalah tegel temboknya diluar,  tandas, Wakil Bupati Gowa, H. Abd Rauf Kr. Kiyo, S,sos, M.Si, kepada Wartaterkini.news, Rabu (8/10)

Sementara Kepala Sdi Bontocinde Tacciri Kelurahan Lembang Parang, H. Rapiuddin dg Bani, mengatakan, berterima kasih atas kunjungan dari Wakil Bupati Gowa, H.Abd Rauf Kr. Kiyo bersama rombongan yang melakukan kunjungan ke gedung Pustaka Sdi Bontocinde Tacciri yang rusak berat.

Sekedar di ketahui bahwa kerusakan ini akibat guncangan angin hingga mengakibatkan pohon di sampingnya tumbang masuk ke gedung ini. Peristiwa kejadian berlangsung bulan (12/2018) tahun lalu, dan langsung melaporkannya kepada Dinas Pendidikan (Diknas) melalu Kabidnya Taufik, ungkap, laporan H. Bani kepada Wakil Bupati Gowa, di dampingi wartaterkini.news. (Najamuddin/red)