Bupati Enos: Kita Tonjolkan Jargon Komering

oleh -112 views

OKU Timur Sumsel, wartaterkini.news–Pemerintah Kabupaten OKU Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) OKU Timur menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun Focus Group Discussion (FGD) Revitalisasi Sastra Tutur Bahasa Komering (Pisaan Warahan, Hiring-hiring) Seni Budaya Adat istiadat Komering OKU Timur. Kamis (8/04/2021)

Acara tersebut dibuka Bupati OKU Timur, H. Lanosin, yang dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur melalui Bidang Kebudayaan M. Ridwan, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumsel dan Tokoh Adat Istiadat Komering.

Bupati OKU Timur H. Lanosin mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya generasi muda agar bersama-sama dapat melestarikan adat istiadat dan budaya serta tutur bahasa daerah.

Baca Juga :  Gubernur Sumsel Hadiri dan Pimpin Proses Pemakaman Istri Bupati OKU Timur

”Kita menyadari bahwa melestarikan seni dan budaya daerah merupakan sebuah wujud dan bentuk penghargaan kecintaan kita semua terhadap warisan leluhur. Sehingga, pada hakikatnya pelestarian budaya ini bukan hanya tanggung jawab dari pemerintah daerah saja, tetapi sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk para tokoh adat, budayawan dan masyarakat”,kata Bupati Enos saat buka Focus Group Discussion (FGD) tutur Bahasa Komering.

Dalam kesempatan tersebut, Enos mengajak seluruh masyarakat untuk bisa terus melestarikan budaya daerah tutur bahasa yang dimiliki, sekaligus menggali kembali berbagai seni dan budaya daerah yang mungkin saja saat ini sudah mulai dilupakan oleh para generasi muda karena majunya dunia teknologi.

Baca Juga :  Sekretariat DPRD Banyuasin Study Banding Ke Sekretariat DPRD Ogan Ilir

”Perlu saya ingatkan kepada kita semua, upaya untuk melestarikan seni dan budaya ini merupakan sebuah hal yang sangat penting, mengingat selain merupakan warisan yang sangat berharga bagi para generasi yang akan datang.” Ujar Enos.

“Kebudayaan yang kita miliki juga dapat menjadi ajang promosi daerah melalui kegiatan pementasan berbagai seni dan budaya daerah, baik dalam Daerah, Provinsi maupun di tingkat Nasional.” Lanjut Enos.

Sementara, Sekretaris (Sekdin) Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan, Dr. Hj. Mega Megawati, S.T., M.T. mengatakan melalui FGD tujuannya untuk mempertahankan dan melestarikan seni budaya, tutur bahasa daerah khususnya bahasa komering.

Baca Juga :  Herman Deru Resmikan Masjid Al-Ikhlas Desa Sriguna OKU Timur

”Kita pertahankan bahasa daerah yang dimiliki sehingga tidak punah. Kita ketahui betapa canggih teknologi internet, disana ada dampaknya pada generasi muda yang dikhawatirkan nanti lebih memahami budaya lain”,ungkap Mega.

“Hal inilah menjadi tugas bersama para tokoh adat, tenaga pendidik untuk mengenalkan kembali adat istiadat, budaya dan tutur bahasa melalui FGD agar itu semua dapat dilestarikan dan dipertahankan kepada semua generasi kita”,pungkas Mega. (Rel/Ifung/Red)

Print Friendly, PDF & Email