Antisipasi Gagal Panen Dinas Pertanian Luncurkan Berigade Pertanian

oleh -80 views

Lombok Timur, wartaterkini.news– Musim kering mulai melanda sebagian besar wilayah di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Di beberapa wilayah para petani mulai merasakan sedikit kesulitan untuk mendapatkan air irigasi. Untuk dapat mengolah lahan pertanian yang dikelola para petani, air merupakan salah satu kebutuhan utama bagi para petani.

Guna mengantisipasi terjadinya gagal panen, dampak dari sulitnya para petani mendapatkan air irigasi, Dinas Pertanian Pemkab Lotim menurunkan berigade pertanian. Petugas berigade pertanian yang dibentuk Dinas Pertanian ini diterjunkan langsung kelapangan guna membantu para petani yang kesulitan mendapatkan air irigasi untuk mengolah lahan milik mereka.

”Antisipasi musim kering saat ini agar petani tidak kesulitan mendapatkan air kita sudah menerjunkan berigade pertanian”. Ungkap Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Sarana Pertanian L Fathul Kasturi SP, Selasa (13-08-2019) kemarin.

Baca Juga :  Bayi Berumur 1,5 Tahun Tergeletak Dipinggir Jalan, Diduga Dibuang Orang Tuanya

Petani yang kesulitan mendapatkan air akan dibantu oleh petugas berigade dengan cara, menyalurkan air irigasi dari sumber mata air yang ada diwilayah sekitar lahan pertanian milik patani tersebut. Penyaluran air dilakukan dengan memasang pompa air di sumber mata air tersebut yang kemudian airnya dialirkan menggunakam selang menuju lahan pertanian yang membutuhkan air.

“Petugas kita lengkapi dengan mesin pompa air dan peralatan yang lainya, untuk memudahka tugas mereka membantu petani”. Ujarnya.

Lebih lanjut dikatakanya terkait realisasi anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat untuk pembuatan saluran irigasi, embung, perpipaan senilai kurang lebih Rp. 7 miliaran sudah mencapai 80 %.

“Realisasi anggaran pekerjaan sampai dengan triwulan kedua saat ini progresnya sudah mencapai 80 %”. ujarnya.

Baca Juga :  Jhon Heri Kebanjiran Dukungan Dari Ketua PWI Kabupaten dan Kota

Sementara untuk kegiatan-kegiatan lain yang dikelola saat ini diakuinya masih sedang berjalan, seperti kredit usaha tani di 20 kecamatan, serta sosialisasi ansuransi usaha tani bekerjasama dengan pihak ketiga.”Kita optimis pada triwulan ketiga dan keempat nanti terhadap capaian progres perbantuan pusat ini bisa mencapai 99 %,” paparnya. (Biur/red)