Akun Facebook Rizky Hardiansyah Hina Ponpes Musthafawiyah Purba Baru

oleh -1.796 views

Mandailing Natal Sumut, wartaterkini.news–Viral di media sosial, sebuah postingan facebook menghina dan melecehkan Pondok Pesantren (Ponpes) Musthafawiyah, Purba Baru, Mandailing Natal (Madina), Sumut.

Penghinaan dan pelecehan tersebut dilakuka oleh akun Facebook Rizky Hardiansyah

Dalan unggahan itu, ada tiga foto editan. Foto pertama, terdapat foto pria berpose tidak wajar dengan menurunkan celana di depan pesantren dan foto dua orang pria pada bagian kepala di edit menjadi kepala anjing. Dibelakang foto tersebut terlihat plank pesantren yang telah diedit dengan tulisan sekolah anjing

Baca Juga :  Akun Pribadi Facebook Harapan AN Menghina Profesi Wartawan Labuhanbatu

Foto kedua juga terdapat foto seseorang pria yang diedit pada bagian kepala menyerupai kepala anjing, berdiri di depan pagar pesantren. Pada plank merek perpustakaan dibelakang foto tersebut juga terdapat tulisan sekolah anjing

Begitu juga foto ketiga, menunjukkan editan foto orang pada bagian kepala dibuat menjadi kepala anjing. Foto tersebut menunjukkan sedang berada di areal Ka’bah

Ketika wartaterkini.news mencoba melakukan pencarian akun Facebook atas nama Rizky Hardiansyah, sudah tidak ditemukan lagi. Diduga si pemilik akun sudah menghapusnya

Baca Juga :  Dua Akun Media Sosial di Buru Polres Kota Ternate, Terkait Penyebaran Isu Hoax

Ketua GP Ansor Madina Ahmad Rijal Lubis, meminta kepada Kapolri, Kapolda Sumut dan Kapolres Madina kiranya segera menangkap pemilik akun FB atas nama Rizky Hardiansyah

“Semoga pemilik akun FB Rizky Hardiansyah segera ditangkap karena telah membuat postingan yang berpotensi menimbulkan kebencian, dan perpecahan antar umat beragama,” tegas Rijal.

Rijal menjelaskan, Musthafawiyah merupakan pesantren tertua dan terbesar di Sumatra dan memiliki ratusan ribu alumni yang tersebar di seluruh dunia dengan berbagai profesi. Itu artinya jasa Mustahafawiyah sangat besar bagi bangsa ini terutama dalam dunia pendidikan Islam.

Baca Juga :  Pemerintah Dorong Pertumbuhan Rintisan Perusahaan dan Adopsi Teknologi

“Jika polisi tidak segera menangkap pelaku, kami khawatir nanti akan banyak gerakan-gerakan yang tidak bisa kami antisipasi. Bisa saja gerakan dari alumni Musthafawiyah, gerakan warga NU bahkan masyarakat,” ujar Rijal di Kantor PC NU Madina, Senin (8/2). (Edi/Red)

Print Friendly, PDF & Email