Air Terjun Pangkadari Surga Tersembunyi Di Kecamatan Cibal Barat

oleh -533 views

Cibal Barat NTT, wartaterkini.news – Air Terjun Pangkadari yang terletak di Kabupaten Manggarai, Kecamatan Cibal Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Selain wisata budaya, Kabupaten Manggarai juga memiliki wisata alam yang tidak kalah menakjubkan namun keberadaanya belum diketahui oleh begitu banyak orang, dan belum dijamah dan dikunjungi oleh wisatawan.
Objek wisata tersebut adalah Air terjun bernama Pangkadari.

Pangkadari merupakan air terjun yang terletak di desa Wae Codi, kecamatan Cibal Barat Kabupaten Manggarai, Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Dari Ruteng menuju Pagal Kecamatan Cibal , dapat ditempuh dengan jarak kurang lebih 21 KM, melintasi jalan trans Ruteng-Reo.
Dari pertigaan Golonggorong Pagal menuju Desa Wae Codi ditempuh dengan jarak kurang Lebih 6 KM, melewati desa Compang Cibal, dengan kondisi jalan sudah beraspal hingga bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat.

Baca Juga :  Bupati OKU Lepas 22 Peserta Study Wawasan FKUB

Saat melintasi jalur ini, perlu juga hati-hati bagi pengendara, sebab kondisi jalannya berliku-liku dan selama dalam perjalanan di suguhkan dengan pemandangan alam yang begitu mempesona.

Kampung Raci merupakan kampung tujuan atau kampung sebagai jalan masuk menuju air terjun Pangkadari dengan jarak yang dapat ditempuh kurang lebih 2KM, dengan kondisi jalan berbatu (belum beraspal) dan merupakan jalan tani desa setempat, hingga tidak memungkinkan untuk dilewati oleh kendaraan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Baca Juga :  DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Sumsel 2019

Dalam perjalanan, pengunjung akan ditemani oleh warga lokal dan melewati hamparan sawah hingga tiba di air terjun ini.
Perlu diketahui sebelum menuju ke lokasi ini ada baiknya sediakan dulu air minum mineral dan air terjun ini belum ada daya tarif biaya masuk(free).

Ketinggian air terjun Pangkadari kurang lebih 30 M. Tak hanya menikmati air terjun, pengunjung juga bisa berenang dan berswafoto ria.
Lingkungan di kawasan air terjun ini masih terlihat alami, sejuk dan asri.

Febri salah satu warga setempat mengatakan ” Belum ada perhatian dari pemerintah setempat terhadap keberadaan air terjun ini dan belum begitu memperkenalkannya kepada masyarakat umum, sehingga rata-rata pengunjungnya sebagian besar adalah warga sekitar desa wae Codi.Ucapnya Kepada Warta Terkini News, (07/07/2020).

Baca Juga :  HIPMI Akan Adakan Bibir Sumbing Gratis Untuk Yang Ke 3 Kalinya

“Saya pribadi berharap kepada rekan-rekan media dan para pelaku wisata, untuk membantu kami memperkenalkan salah satu aset kami disini kepada masyarakat luar, hingga menjadi destinasi wisata yang wajib di kunjungi dan kepada pengunjung juga di harapkan untuk jangan membuang sampah sembarang di sekitar lokasi karena disini belum ada persedian tempat sampah” pungkasnya. (Paulus/Red).

Print Friendly, PDF & Email