Air Irigasi Pertanian Wilayah Selatan Masih Aman

oleh -76 views

Lombok Timur, wartaterkini.news–Suplai air irigasi pertanian diwilayah selatan Kabupaten Lombok Timur (Lotim) hingga saat ini masih aman. Suplai yang mengalir menuju wilayah selatan tidak mengalami kendala. Kebutuhan air irigasi bagi para petani menurut Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Sosiawan Putraji. Senin (05-08-2019) masih terpenuhi.

“Kebutuhan air irigasi khusunya diwilayah selatan masih aman”. Akunya.

Dikatakanya sejak 2017-2018 daerah hilir Dam Pandan dure, yang meliputi beberapa kecamatan diwilayah selatan telah dibangun suplisi pengaturan pembagian air dari Sedel enam di Pandan Dure. Sehingga aliran air dari Pandan Dure dimusim tanam saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan para petani. Dikarenakan sistem irigasi pembagian air dari dam tersebut di bekup tiga aliran sungai, yakni sungai Gading, Marongek dan Tojang.

Baca Juga :  Bupati Lotim Nilai Serapan Angaran Masih Rendah

Menghadapi musim kekeringan saat ini, Pemerintah daerah melalui Bidang Pengairan PUPR menambah jadwal penyaluran air dari tiga sungai tersebut. Sehingga para petani diwilayah selatan tidak terkendala kebutuhan air untuk kebutuhan lahan pertanian mereka.

“Misalkan dalam satu bulan empat kali jadwal pendistribusian air, kita tambah jadwal pendistribusianya dan sampai sekarang kebutuhan air bisa teratasi”. ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, BPBD Pemkab Lotim mengatakan pada musim kekeringan saat banyaknya Embung tampungan air irigasi diwilayah selatan mengering. Para petani mulai kesulitan mendapatkan air.

Hal tersebut justru berbanding terbalik dengan yang diungkapkan, Sosiawan Putraji, menurutnya Embang Rakyat yang terkoneksi dengan sumber mata air Pandan Dure tetap terisi dengan air. Begitupun embung yang tidak terkoneksi dengan sumber mata air kondisinya saat ini masih terisi dengan air.

Baca Juga :  PT. Yuassa Battery Tertarik Investasi Pabrik Ban di Sumsel

”Kondisi saat ini sebagian besar embung di Selatan masih terisi dengan air”. paparnya.

Diakuinya memang ada beberapa embung yang tidak terisi dengan air saat ini. Namun embung tersebut sengaja dikeringkan oleh pengelolanya untuk dialih pungsikan sementara menjadi lahan pertanian. (Biur/Red)