7 Dari 18 Kecamatan di OKI Rentan Banjir

oleh -670 views

Ogan Komering Ilir,Wartaterkini.News– Aliran Sungai Komering mulai naik dan mengaliri anak sungai di 18 kecamatan. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda wilayah banjir di Bumi Bende Seguguk.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) H Listiadi Marthin SSos MSi mengatakan, walaupun air di sungai sudah naik, tapi belum terlalu tinggi. Demikian curah hujan tidak terlalu tinggi dan hanya saja, masyarakat OKI tetap waspada dengan angin kencang disertai hujan deras. Begitu juga petir yang keras.

Baca Juga :  Parosil Mabsus : Adipura Untuk Masyarakat Lampung Barat

“Paling setengah meter dan hingga saat ini belum ada penambahan. Alhamdulillah saat ini masih aman dan mudah-mudahan tidak terjadi banjir,” jelas Listiadi pada wartawan, Selasa (8/1/2019).

Jika dibandingkan tahun lalu, saat ini sudah beberapa wilayah yang pasang surut dan tergenang. “Akhir Januari biasanya surut kembali dan Februari tergenang lagi. Tapi berbeda dengan tahun ini, meski demikian setiap wilayah sudah disiagakan tim penanggulangan bencana banjir di kecamatan,” tutur Listiadi yang merincikan dari 18 kecamatan yang ada di wilayah OKI, hanya ada 7 kecamatan yang rentan banjir.

Baca Juga :  DPRD Banyuwangi Doakan Ahli waris Hj. Halimah

“Wilayah OKI terjadi banjir seperti Kayuagung, Lempuing Jaya, Jejawi, Pedamaran, Sirah Pulau Padang dan Mesuji, Mesuji Raya. Tapi ini setiap tahun terjadi dan masyarakat yang tinggal di pinggir sungai sudah mengantisipasi dengan mendirikan rumah panggung,” ujarnya.

Sementara itu, ditambahkan Kabid Penanggulangan Bencana dan Logistik, sesuai prediksi pada bulan Januari ini di wilayah Kayuagung mengalami kebanjiran. “Tapi bersyukur hingga saat ini masih aman dan hujan deras masih jarang terjadi,” ucapnya.

Baca Juga :  APPSANTI Gelar Temu Ilmiah Nasional

Terkait persiapan logistik, sementara aman karena Kabupaten OKI belum ada titik rawan banjir maupun longsor. “Ada jalan provinsi dipinggiran Sungai Komering yang belum dipasang batu penahan. Sehingga bisa saja terjadi longsor kapan saja,” tandas Umar. (Arlanfatra/Red)

Print Friendly, PDF & Email