6 Tersangka, 20 Senpi Ilegal dan 12.000 Ribu Peluru Diamankan di Jakarta Barat

oleh -444 views

Jakarta Barat, wartaterkini.news–Polres Metro Jakarta Barat bersama Polda Metro Jaya menangkap enam tersangka dan mengamankan sebanyak 20 senjata api laras panjang ilegal. Dari tangan para pelaku, polisi juga mengamankan 12.000 butir peluru.

Senpi dan peluru tersebut bisa digunakan satu kompi pasukan untuk menyerang musuh. Barang bukti itu disita dari 6 tersangka, yaitu JR als J, AK als T, CTB als TG, WK, MH als H, dan AST als A.

“Para pelaku menjual, menyimpan dan memiliki senjata api tanpa dilengkapi dengan surat-surat yang syah”.kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana didampingi Dirres Krimum, Kombes Suyudi Ario Seto dan Kapolres Jakbar Kombes Audie Latuheru, Rabu (18-03-2020).

Dikatakan, peluru tajam yang diamankan ada jenis yang biasa digunakan untuk latihan. “Kasus ini masih kami dalami dan mengejar pemasok senpi ilegal tersebut. Karena ini sangat berbahaya bila beredar di masyarakat,” ucap Irjen Nana.

Baca Juga :  Tragis!! Anak Pukul Ibu Kandung Hingga Tewas

Pengungkapan bisnis senpi ilegal ini, kata Nana berawal dari laporan korban DH dianiaya tersangka AK dan JR terkait jual beli mobil mewah Porsace B 205 ZU yang mengalami kerusakan. Karena itu, AK dan JR lalu menyekap DH di kawasan Grogol, Jakarta Barat.

Kedua tersangka lalu memukul wajah korban menggunakan senpi dan menembakan tepat di samping telinga korban. Selain itu, korban juga disundut rokok hingga luka bakar. Sehingga korban membuat laporan pada 29 Januari 2020 lalu.

Atas penganiayaan itu, korban mengalami luka lebam di kedua matanya, kuping sebelah kanan mengeluarkan darah serta leher dan kepalanya turut berdarah. “DH kemudian melapor ke Polres Jakarta Barat,” kata Nana.

Baca Juga :  Jasad Wanita Bersimbah Darah Ditemukan di Kebon Jeruk Jakarta Barat

Di hari yang sama, anggota Polres Jakarta Barat langsung menangkap AK. Menurut keterangan AK, dua senjata yang digunakan untuk menganiaya DH sudah dibawa oleh tersangka JR. Polisi menangkap JR beserta dua senjata api ilegal itu esok harinya, 30 Januari 2020.

Kemudian, empat pistol ilegal disita dari tersangka WA alias AG. Ia merupakan pencuri toko emas di Pasar Pecah Kulit, Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat, 28 Februari 2020.

Rincian senjata api yang disita, yakni jenis Zoraki MOD 9mm warna hitam; Carl Whalter caliber 22 Lr warna silver; MP-654 K caliber 4.5 mm peluru karet; dan CZ 83 caliber 7.65 peluru karet.

Baca Juga :  Mulai 1 Februari, e-Tilang di Jakarta Juga Berlaku untuk Motor

Lalu, senjata api laras panjang Remington model 700; Mauser; pistol Smith & Wesson 9 mm warna hitam; pistol CZ-83 caliber 9 mm warna hitam; CZ-065022 caliber 32 auto warna putih, airsoft gun jenis Colt, empat senjata gas caliber 4.5 mm.

Selain itu, senjata api NAA caliber 2,2 mm; Glock caliber 9 mm; CZ 75 caliber 9 mm; Remington; Pindad; Cis; M4; dan airsoft gun model KM-66. “Sebanyak 12 ribu peluru juga kita sita,” ujar Nana.

Atas perbuatannya, polisi menjerat keenam pelaku dengan Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 107 Ayat 2 butir ke 3, Pasal 368, Pasal 333 Ayat 2 dan Pasal 335 Ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP. (Poppy Setiawan/red)

Print Friendly, PDF & Email