57 Kasus di Bongkar Satreskrim Labuhanbatu Dalam 2 Pekan

oleh -235 views

Labuhanbatu Sumut,wartaterkini.news – Konferensi Pers, Satreskrim Labuhanbatu memaparkan 3 (tiga) pengungkapan kasus, yang di pimpin langsung Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan serta di dampingi Kasatreskrim AKP Parikhesit tepatnya di Mapolres Labuhanbatu Jln. MH Thamrin Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu. Jum’at (11-09-2020)

Dalam Konferensi Pers tersebut, AKBP Deni Kurniawan menjelaskan bahwa Operasi Kancil pada 28 Agustus sampai 10 September 2020 telah mengamankan 27 tersangka Ranmor dan 2 diantaranya adalah residivis yang berinisial DE, yang pada tahun 2016 lalu melakukan kejahatan yang sama dan ASS (32) juga melakukan kejahatan serupa pada 2017.
Dari 27 tersangka, 24 orang adalah pelaku ranmor dan 3 orang sebagai penadah.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, Polres Labuhanbatu Bersama Dinkes Lakukan Penyemprotan Desinfektan Di Mapolres

Deni Kurniawan memaparkan bahwa modus operandi ada yang memakai kunci T dan L.Ada juga yang dengan mendorong sepeda motor dari parkir lalu merusak kunci utama.
Di perhitungkan kerugian adalah Rp 259.200.000.

“Demi keamanan masyarakat anggota telah melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap 4 tersangka yang juga mencoba melawan petugas”. Jelas Deni

Selain itu, ada juga penanganan kasus 3C (CURAT, CURAS dan CURANMOR) yang dilakukan sebelum operasi kancil pada 11 Agustus sampai 10 September 2020 dengan 23 kasus dan 31 tersangka. Diantaranya, Curas 4 kasus dengan 4 tersangka, Curat 16 kasus dengan 24 tersangka dan Ranmor 3 kasus dengan 3 tersangka yang diamankan dari 23 TKP.

Baca Juga :  Lagi Menikmati Sabu Yang Di Belinya, Abdi Di Ringkus Polisi

Sebagai barang bukti, telah diamankan 8 buah sepeda motor yang 3 adalah hasil dari kejahatan dan 5 sebagai sarana melakukan kejahatan, diamankan juga STNK, BPKB, Kunci T/L, Linggis, Laptop, TV, Rokok, Hp dan Martil.

“Terkait Ranmor para tersangka di ancam Pasal 365 ayat (1) KUHP hukuman paling lama 9 tahun penjara dan atau Pasal 363 ayat (1) hukuman paling lama 3 tahun”. AKBP Deni Kurniawan menambahkan.

Terakhir adalah pengungkapan kasus premanisme yang sering terjadi di jalan lintas Sumatera seperti kejahatan pemalakan dan pembobolan rumah kosong.

Baca Juga :  200 Seniman di Kota Bengkulu Terakomodir Dapatkan Bantuan

Hal itu, telah diamankan 3 buah sepeda motor yang digunakan untuk kejahatan, pistol mainan yang sudah di balut dan uang sebesar Rp 348.000. Atas kasus tersebut kerugian adalah Rp 11.737.000.

Untuk itu, AKBP Deni Kurniawan menghimbau kalau meninggalkan rumah sebaiknya titipkanlah ke tetangga untuk menjaganya”kata Deni

Dari keseluruhan kasus di perkirakan total kerugian adalah Rp 572.554.000 yang di hitung dari 57 kasus dan 69 tersangka. “Tapi berhubung covid kami tidak bisa menampilkan semua tersangka”. jelas Deni.(Kirman/red)

Print Friendly, PDF & Email