14 Kriteria Penerima BLT Tidak Relevan Pada Realita di Masyarakat Saat Ini

oleh -1.407 views

Kolono Timur, wartaterkini.news–Bantuan langsung tunai (BLT) saat ini ramai di perbincangkan kan warga, pasalnya 14 kriteria yang di atur dalam permemdes (PDTT) no 6 tahun 2020 di anggap tidak relevan dengan realita kehidupan masyarakat saat ini.

Pada Minggu (10-5-2020) tepatnya di desa Rambu Rambu kecamatan Kolono timur BLT dana desa ini di salurkan kepada warga namun memang hampir seluruh warga tidak termasuk dalam kategori 14 kriteria yang ada di dalam permemdes (PDTT) no 6 tahun 2020.

Baca Juga :  Festival Morotai 2019 : Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Dalam wawancara bersama Jufri.S.sos kepala desa Rambu Rambu menjelaskan bahwa “BLT dd dengan 14 kriteria ini tidak bisa kami pakai di desa kami saat ini dan saya juga yakin di desa lain pun sama”jelasnya.

Dalam penuturannya, Jufri mengatakan bahwa kecamatan Kolono timur telah mengadakan rapat yakni membahas BLT dd dengan 14 kriteria ini. “Kami sepakat mempersempit 14 kriteria ini dengan alasan kita berbicara dampak”.tuturnya

Baca Juga :  Melalui Video Teleconference, Musrembang Tingkat Kabupaten Morotai Tahun 2021 Resmi di Gelar

Dalam pembahasan ini bukan saja orang kurang mampu tetapi juga semua lapisan masyarakat yang terkana dampak dari virus Corona/covid19 ini.

Namun warga kami memang ada yang tidak bisa mendapatkan BLT dd ini seperti anggota TNI, POLRI,PNS, pensiunan dan penerima bantuan sosial program keluarga harapan (PKH) juga Bantuan pangan non tunai(BPNT) atau bantuan sosial lainnya.

Banyak kendala yang pemerintah desa Rambu Rambu hadapi di masyarakat seperti protes salah seorang warga, “Kami dapat bantuan sosial tapi sebelum wabah ini, jadi menurut saya BLT dd dan (bansos) yang kami terima tidak ada sangkutannya”.ungkapnya.

Baca Juga :  Jelang Penilaian RSUD Kayuagung Gelar Simulasi SNARS

Pada saat penyaluran (BLT) di desa Rambu Rambu, semua berjalan lancar yang juga di hadiri camat Kolono timur Hamsir.S.P., M.A.P, Babinsa, babinkamtibmas dan juga pendamping desa. (Fianus Arung/red)

Print Friendly, PDF & Email